Sulitnya Pasien Covid-19 Cari Kamar ICU, Keliling 6 RS Tetap Nihil

RADARCIANJUR.com Lonjakan pasien Covid-19 membuat kamar rumah sakit semakin sulit didapat. Pasien Covid-19 semakin sulit mendapatkan ruang ICU, padahal penyakit sudah dalam kondisi berat.

Salah satunya dialami oleh seorang warga Bogor yang enggan disebutkan namanya. Ia mendapati ibunya, yang merupakan warta Depok, tak sadarkan diri pada Sabtu (10/7) di rumahnya. Sudah berusaha keliling 3 rumah sakit di Depok, ternyata sulit mendapatkan ruang perawatan.

Akhirnya, pasien berhasil dirawat di ruang khusus IGD di salah satu rumah sakit di Depok. Dokter curiga pasien positif Covid-19 sekalipun hasil tes antigen negatif. Sudah dua hari pasien dirawat di sana.

“Paru-paru sudah memutih 90 persen, dokter curiga pneumonia dan Covid-19. Dua hari menunggu hasil PCR, ternyata benar ibu saya positif Covid-19,” kata pria berusia 46 tahun itu.

Kini ia sedang berkeliling rumah rumah sakit di Bogor untuk mendapatkan ruang ICU untuk ibunya yang kini sudah dalam kondisi berat. Kini ibunya masih dirawat di ruang IGD khusus di RS di Depok. Namun keluarga harus tetap mencari ruang ICU.

“Awalnya keliling 3 RS di Depok, penuh semua. Lalu untungnya dapat di satu RS di Depok. Tapi sekarang harus cari ICU, semuanya penuh. Saya cari ke Bogor, sudah keliling 6 RS tetap penuh. Ruang ICU penuh semua,” katanya.

Kondisi terkini, sang ibu sudah sadar. Namun saturasinya masih naik turun. Saat dibawa ke RS, saturasinya sempat di bawah 40. Lalu naik ke angka 91, lalu turun lagi terakhir di angka 89.

“Saya masih terus cari ruang ICU untuk ibu saya. Sementara ibu saya masih dirawat di IGD RS di Depok sambil menunggu,” jelasnya.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pihaknya terus mendorong agar konversi tempat tidur pasien Covid-19 di setiap rumah sakit terus dilakukan untuk menurunkan angka ketersediaan tempat tidur (BOR). Sehingga rumah sakit yang semua lebih banyak menampung pasien non-Covid-19 dikonversikan untuk bisa menampung pasien Covid-19.(mg/jpc)