Bentuk Kepedulian pada Pasien Isoman Covid 19, Warga Perumahan Cianjur Gantung Makanan di Depan Rumah

SOSIAL: Warga di salah satu perumahan gantung makanan untuk menyuplai pasien Isoman Covid 19. Foto : Istimewa

RADARCIANJUR.com – Sebanyak dua keluarga di sebuah komplek perumahan di Kabupaten Cianjur, terpapar virus COVID-19. Mereka terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab antigen puskesmas terdekat.

Awalnya, kabar tersebut sempat membuat was-was warga lain yang tinggal di permukiman itu. Kendati demikian, warga tak lantas mengucilkan. Sebaliknya, mereka bahu membahu memasok makanan untuk warga yang sedang terpapar itu.

Namun, karena mereka semuanya ketika diperiksa tidak disertai gejala, pihak puskesmas setempat merekomendasikan isolasi mandiri (Isoman) selama 10 hari di rumah.

Setiap pagi dan sore, warga memasok makanan yang dikordinasikan oleh ketua RT setempat. Untuk menghindari kontak langsung, makanan yang dibungkus kantong plastik itu digantung di pagar rumah.

Fujiyanti (28), seorang warga Perumahan Prima Nagrak Nusantara menuturkan, sejak hari pertama karantina, warga secara sukarela memasok makanan, mulai buah-buahan, roti, susu, vitamin hingga kelapa muda.

“Ini wujud kepedulian kami selaku warga untuk memberi dukungan kepada mereka yang sedang isolasi mandiri karena Covid-19,” katanya, Senin (12/07/2021).

Fujiyanti mengaku tak khawatir dengan kondisi tersebut, karena sejauh ini, baik warga yang terpapar maupun warga lain sangat ketat dalam menjalankan protokol kesehatan yang berlaku.

Ia pun berharap, tetangga kompleknya itu bisa kembali sehat dan beraktivitas seperti sedia kala.

“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa memotivasi mereka. Kami ada untuk mereka dan akan terus men-support sampai karantina selesai,” ucapnya.

Ketua RT 05 RW 10 Desa Nagrak, Angga Purwanda mengatakan, warga yang terpapar berasal dari dua keluarga, yakni pasangan suami istri, dan seorang lainnya. Soal dari mana kasus ini bermula, ia mengaku tidak tahu pasti. Hanya saja, dari informasi yang didapat, salah satu warganya itu terpapar virus corona dari tempat kerja.

“Karena bapak itu kerja sebagai tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit di Bandung. Informasinya kena dari sana. Namun, karena tidak bergejala disarankan isolasi mandiri di rumah,” tuturnya

Sejak ketiga warga tersebut menjalani isolasi mandiri, warga lain langsung berinisiatif membantu dengan cara memberikan makanan.

Bantuan logistik sumbangan warga itu dikumpulkan di salah satu rumah pengurus RT sebelum didistribusikan.

“Setiap pagi dan sore. Namun, tidak kontak langsung, makanannya kita gantung di depan pagar rumah mereka,”ungkapnya.

Angga menjelaskan, selain memasok makanan bersama perangkat RT lain, pihaknya juga turut mengawasi jalannya isolasi mandiri yang dilakukan warga tersebut.

Angga berharap, warga yang terpapar tetap disiplin prokes selama menjalani karantina agar bisa selesai dan segera sehat kembali.

“Kita pantau dan terus beri dukungan. Alhamdulilah kondisinya sekarang semakin membaik,”terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Angga, sejak ada warga yang terpapar corona, akses masuk ke lingkungan perumahan diperketat.

Tiang portal buka-tutup dan dijaga 24 jam oleh warga secara bergiliran untuk memeriksa setiap kendaraan dan orang yang masuk, terutama yang bukan warga setempat atau tamu.

“Kalau soal prokes, alhamdulilah sejauh ini warga kami cukup taat. Kalau ada yang tidak pakai masker lebih saling mengingatkan,” ujar Angga.

Angga pun mengimbau warganya untuk tidak bepergian dulu apalagi ke luar kota jika tidak ada agenda atau urusan yang penting dan mendesak.

“Terlebih, saat ini sedang ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali, termasuk di wilayah Kabupaten Cianjur,”ujarnya.

Saat ini menurut Angga, warga yang terkonfirmasi positif Covid 19 sejak di lakukan isolasi mandiri hanya tinggal menyisakan satu orang yang masih terpapar.

“Alhamdulillah sudah 10 hari. 2 keluarga tersebut semua sembuh, itu kan jumlahnya sebanyak 3 jiwa hanya menyisakan satu orang saat ini yang masih terpapar,” pungkasnya. (byu)