Forkomincam Haurwangi Putar Balik Mobil Wara Wiri KBB

PUTAR BALIK : Sebuah mobil wisata Wara wiri milik warga Kabupaten Bandung Barat diputarbalikan diperbatasan Cianjur KBB. Foto : Istimewa

RADARCIANJUR.com – Forkomincam Haurwangi melakukan kegiatan operasi penyekatan PPKM Mikro Darurat sebagaimana intrusi Bupati Cianjur Herman Suherman.

Dalam kegiatan PPKM Mikro Darurat berlangsung tertib turut dihadiri Polsek, Koramil dan Satpol PP Kecamatan Haurwangi.

Pada operasi tersebut terdapat sebuah mobil wisata Wara wiri yang putar balikan milik warga Kabupaten Bandung Barat dan bubarkan warga yang sedang berkerumun di pinggir jalan lama Haurwangi, tepatnya di depan Wana Wisata Poklan Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur.

Kapolsek Bojongpicung, Iptu Eriyanto SH mengatakan, dalam rangka menjalani tugas Oprasi Yustisi PPKM darurat, ditemukan mobil wara wiri yang membawa penumpang anak – anak bermain dari KBB yang sengaja datang ke wilayah Cianjur sehingga diputar balikan.

“Selain itu, ditemukan pula warga yang sedang berkerumun di pinggir jalan kawasan wana wisata Poklan Haurwangi, itu pun dibubarkan karena melanggar aturan PPKM darurat,” katanya.

Menurut Kapolsek, tidak ada sanksi fisik atau berupa denda yang diberikan akan tetapi hanya sebatas peringatan dan edukasi.

“Untuk sangsinya sementara hanya diberi peringatan, secara edukasi saja mereka sadar bahwa sekarang itu sedang dilakukan PPKM darurat, hal itu dilakukan tiada lain untuk memutus rantai penularan Covid-19,”tuturnya.

Dengan adanya hal tersebut, Kapolsek menghimbau pada seluruh warga Kecamatan Haurwangi atau di wilayah hukum Polsek Bojongpicung untuk terus mengikuti pelaksanaan aturan PPKM dan protokol kesehatan Covid 19.

“Mohon sabar dengan adanya aturan ini dan ikuti anjuran pemerintah, supaya permasalahan pandemi Covid 19 cepat tuntas,”ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Haurwangi Endan Rahmat menuturkan langkah yang dilakukan Forkomincam adalah hal yang tepat agar tidak terjadi kerumunan.

“Diputar balikannya mobil warna wiri milik warga KBB dan dibubarkannya kerumunan warga, itu wajar saja, karena hal itu melanggar aturan PPKM darurat,” pungkasnya.(byu)