Kado HJC ke-344, Cianjur Berada di Zona Kuning

SEDERHANA: Peringatan Hari Jadi Cianjur ke-344 digelar terbatas di Pendopo Kabupaten Cianjur. Bahkan, rapat paripurna hanya beberapa perwakilan anggota dewan dan tamu undangan, selebihnya melalui virtual. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Hari Jadi Cianjur berbeda dari biasanya. Dua tahun sebelumnya, setiap tanggal 12 Juli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur sibuk dengan segala bentuk persiapan untuk hajatan Kota Tauco ini.

Namun, semenjak pandemi Covid-19 ‘menyerang’ dunia khususnya Indonesia. Segala bentuk kegiatan ditiadakan seperti helaran budaya di Hari Jadi Cianjur.

Meski sudah dua tahun tak ada helaran budaya atau pawai yang biasa dinantikan masyarakat Cianjur. Peringatan HJC ke-344 tetap dilangsungkan secara sederhana dan terbatas.

Upacara dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Cianjur yang turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur dengan busana khas masyarakat Jawa Barat.

Sementara di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga desa, menyaksikan secara virtual di masing-masing tempat.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, dikaitkan dengan situasi yang sedang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, semua kegiatan dilaksanakan secara virtual.

“Hari ini 12 Juli 2021 merupakan hari jadi Cianjur yang ke 344. Peringatan ini menyesuaikan dengan PPKM Darurat,” ujarnya.

Lanjut Herman, di situasi Hari Jadi Cianjur, Cianjur mendapatkan kado istimewa yaitu Cianjur kembali masuk zona kuning.

“Kemarin sore kami mendapat kado istimewa yang mana pelaksanaan PPKM darurat yang evaluasi kemarin oleh pusat. Cianjur khususnya untuk mobilitas manusia, di Jabar di Indonesia Cianjur sudah kembali ke zona kuning,” terangnya.

Hal tersebut, tentunya ini perlu ditingkatkan kembali, penanganan Covid-19 belum selesai, Covid-19 masih ada. Masyarakat pun diminta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan tidak lengah di setiap situasi.

“Saya mohon masyarakat Cianjur ikuti aturan PPKM darurat ini. Sehingga mudah mudahan terus kita berjuang antara pemerintah dengan masyarakat Cianjur akan kembali ke zona hijau, masyarakat sehat dan ekonomi bisa pulih kembali,” imbuhnya.

Lebih jelas ia memaparkan, Cianjur nilainya sudah paling tinggi 2.39, hanya tinggal satu lagi 2,4 Cianjur sehingga Cianjur benar-benar berada di zona kuning.

“Mudah-mudahan mohon doanya yang terpenting masyarakat tetap jaga protokol kesehatan,” tutupnya. (kim)