Menko PMK Akui Ada Panic Buying Oksigen di Masyarakat

RADARCIANJUR.Com Masalah kelangkaan oksigen bukan hanya terjadi di RS, tetapi juga pada mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Hal itu tentu turut menjadi perhatian pemerintah untuk dapat segera mengatasi persoalan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui bahwa masyarakat menjadi panik akan kondisi ini. Hal ini pun membuat mereka membeli oksigen untuk disimpan ketika sekiranya ada keluarga yang positif Covid-19. “Saat ini telah terjadi sedikit panic buying di masyarakat. Sehingga mereka membeli oksigen dan menyimpannya di rumah untuk berjaga-jaga,” ungkap dia pada Selasa (13/7).

Di sisi lain, ada pula masyarakat yang melaksanakan gerakan sedekah oksigen. Inisiasi masyarakat ini pun diapresiasi yang merupakan bukti gotong-royong nyata. “Untuk mereka yang kebetulan oksigennya belum terpakai, kalau ada tetangganya yang membutuhkan, mengulurkan tangan untuk bisa menyumbangkan atau meminjamkan oksigen yang ada di rumahnya masing-masing,” imbuhnya.

Muhadjir menilai cara itu efektif, mengingat pemerintah saat ini masih tengah mengupayakan pemenuhan kebutuhan oksigen terutama untuk RS-RS yang merawat pasien Covid-19 dan tempat-tempat isolasi kolektif.(mg/jpc)