Pemkab Cianjur Optimisme PAD Rp1 Triliun di Usia 344 Pada 2022

Ilustrasi.net

Fokuskan Produk Lokal Sebagai Basis Bisnis Daerah

RADARCIANJUR.com- Di Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-344 yang jatuh pada Senin, 12 Juli 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat Cianjur. Di peringatan tersebut, Kabupaten Cianjur berbenah untuk kemajuan Kota Santri ini. Bahkan, Pemkab Cianjur dengan berbagai program Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman-TB Mulyana Syahrudin berupaya mengejar target untuk meraup Pedapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2022 mendatang sebesar Rp1 triliun. Berbagai upaya dilakukan seperti peningkatan produk lokal yang dioptimalkan turut mendorong PAD, seperti pajak daerah, unit usaha daerah dan hasil bumi yang dikelola oleh daerah langsung.

Butuh proses untuk mencapai hal tersebut. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, Pemkab Cianjur konsisten dan yakin dengan upaya tersebut terlebih dengan adanya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sugih Mukti yang melakukan langkah awal merancang potensi bisni daerah. Racikan tersebut saat ini tengah dalam pendalaman oleh BUMD Sugih Mukti dengan terfokuskan pada tahun pertama di bidang perdagangan komoditi pertanian (pangan dan holtikultura) dengan tujuan untuk memberikan kepastian pasar dan kepastian harga untuk petani lokal.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, untuk meningkatkan PAD di masa mendatang, pihaknya memfokuskan pada ekonomi kerakyatan, UMKM, pertanian dengan lahan yang begitu luas dan produk yang dipasakan di Kabupaten Cianjur nantinya akan dari hasil asli Cianjur.

“Peluang besar di Kabupaten Cianjur akan kita manfaatkan dengan hasil yang ditampung dan dijual dengan modal yang dibantu pemerintah,” ujarnya.

Sehingga, orang nomor satu di Kabupaten Cianjur ini yakin akan target PAD sebesar Rp1 triliun. Selain menjadi salah satu modal pembangunan daerah, hal tersebut bisa menjadi kesejahteraan bagi petani lokal tanpa memanfaatkan dari luar Cianjur.

Sementara itu, Dirut BUMD Sugih Mukti Cianjur, Fajar Arif Budiman menjelaskan, BUMD Cianjur Sugih Mukti berencana akan mulai mengkontribusikan PAD mulai tahun anggaran 2022. Besarannya, saat ini masih dihitung secara pasti mengingat tahun pertama merupakan tahun set-up sehingga proses bisnis akan lebih banyak difokuskan pada persiapan stuktur bisnis sesuai dengan model bisnis yang akan ditetapkan dalam rencana kerja dan anggaran yang disahkan dalam RUPS.


Insyaallah di tahun pertama kami optimis bisa mencatatkan profit dan membagikan deviden untuk berkontribusi menjadi PAD Kabupaten Cianjur Tahun 2022,” terangnya.

Lanjutnya, Upaya-upaya untuk mencapai target laba untuk tahun pertama adalah dengan melaksanakan model bisnis perdagangan komoditi pertanian (pangan dan holtikultura) dengan tujuan untuk memberikan kepastian pasar dan kepastian harga untuk petani lokal. BUMD berperan sebagai offtaker bagi petani lokal.

Kemudian BUMD menjual produk ke pasar lokal untuk memastikan kecukupan pasokan komoditi dan mengantisipasi fluktuasi harga karena kelangkaan stok. Kelebihannya akan dijual ke pasar luar Cianjur dengan harapan bisa mendapatkan margin profit yang lebih besar.

“Misalnya produk grade A disalurkan ke exportir atau pasar premium (supermarket, red).

Model bisnis perdagangan ini dianggap paling efektif untuk memperoleh laba dalam waktu relatif cepat karena tidak membutuhkan banyak capital expenditure sehingga modal yang ditempatkan oleh Pemda Cianjur bisa optimal untuk membiayai kebutuhan perdagangan sambil menyiapkan infrastruktur bisnis di bidang usaha lainnya,” paparnya.

Ia menambahkan, tujuan pelayanan publik BUMD ini adalah meningkatkan kesejahteraan Petani Manjur. Sehingga pihaknya hanya membeli hasil pertanian petani lokal. BUMD berupaya untuk menjaga harga beli yang tetap menguntungkan petani sehingga jika terjadi fluktuasi semisal saat harga turun, petani tidak merugi karena BUMD tetap akan membeli dengan harga wajar dengan baseline asumsi HPP petani bukan harga pasar.

“Dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2021, kami baru berfokus pada bidang usaha perdagangan. Targetnya akan ditetapkan dalam RUPS, kemungkinan menjelang akhir tahun,” tutupnya.

(kim)