PPKM Darurat Belum Terbukti Efektif, Pengamat: Karantina Wilayah!

RADARCIANJUR.ComLonjakan kasus Covid-19 di Indonesia pada Selasa (13/7) kemarin mencapai titik yang paling mengkhawatirkan. Jumlah kasus harian pada hari itu bertambah sebanyak 47.899 kasus.

Meski fakta bahwa angka kesembuhan juga banyak dan tentunya tidak bisa dikesampingkan, banyaknya kasus tersebut menjadi tanda bahwa mayoritas rakyat masih abai dengan protokol kesehatan, bahkan di masa PPKM Darurat yang sudah diberlakukan terhitung 3 Juli lalu.

Pengamat hukum IndiGo Network Radian Syam menilai PPKM Darurat sejauh ini belum cukup efektif dalam menekan penularan.

“Terbukti saat ini Indonesia menjadi negara dengan kematian Covid-19 tertinggi di dunia. Rekor hari Selasa kemarin menembus hampir 48 ribu kasus. Hingga hari ini total konfirmasi positif di Indonesia menembus 2,615 juta kasus,” kata Radian dalam keterangannya.

Karenanya, menurut Radian, ada baiknya pemerintah mempertimbangkan memberlakukan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan, atau karantina wilayah. Dengan adanya Undang-Undang yang mengatur secara resmi, peraturan yang diterapkan akan lebih tegas.

“Di dalam UU Kekarantinaan juga ada jaminan pangan kepada masyarakat agar mobilitas penduduk dapat dihentikan,” ujar Radian.

Menurut Radian, karantina wilayah bisa jadi opsi untuk dilakukan atas nama kemanusiaan. Di satu sisi, pemberlakuan ini memang akan berisiko besar pada kondisi ekonomi negara, karena pemerintah wajib memenuhi kebutuhan rakyat, termasuk hewan dan tumbuhan.

“Tetapi, menurut saya, ini pilihan terbaik untuk menghentikan laju kenaikan penularan Covid-19. Jalankan selama 2 minggu. Tidak ada yang boleh keluar negeri, orang asing tidak boleh masuk ke Indonesia. Setidaknya lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia tidak akan terus  naik signifikan. Apalagi belakangan juga terjadi krisis oksigen di sejumlah rumah sakit,” ujarnya.

Tidak cukup sampai situ, masyarakat pun harus kooperatif dan taat dengan aturan. “Kita harus keluar dari bencana non alam ini demi semua kembali normal,” ujarnya.(mg/jpc)