Terjunkan 50 Ribu Penyuluh dan Luncurkan Gerakan Sejuta Vaksin

RADARCIANJUR.com Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag menerjunkan 50 ribu penyuluh agama di tengah melonjaknya kasus Covid-19. Puluhan ribu penyuluh tersebut bertugas untuk sosialisasi serta edukasi penerapan protokol kesehatan (prokes). Selain itu mereka juga menjalankan Gerakan Sejuta Vaksin.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan pelibatan penyuluh itu bagian dari Gerakan Nasional Penyuluh Agama Islam Peduli Umat di masa darurat Covid-19. ’’Gerakan ini bertujuan untuk mencegah dan mengurangi resiko penyebaran wabah Covid-19 di masyarakat,’’ ungkap Kamaruddin.

Kamaruddin menginstruksikan kepada para penyuluh agama itu untuk terus sosialisasi pentingnya disiplin menerapkan prokes. Seperti mengajak disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, cuci tangan, membatasi mobilitas, serta menjauhi kerumunan. Selain itu juga mengajak umat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah supaya pandemi Covid-19 segera berakhir.

Kamaruddin mengatakan para penyuluh agama diberikan keleluasaan untuk melakukan sosialisasi. Tidak harus dengan tatap muka yang justru rawan menimbulkan kerumunan. Para penyuluh bisa sosialisasi melalui penyebaran video edukasi, meme, atau pamflet.

Guru besar UIN Alauddin Makassar itu juga mengatakan para penyuluh agama itu juga melaksanakan aksi kemanusiaan bertajuk Gerakan Sejuta Vaksin. ’’Bentuknya pembagian vitamin atau obat, kebutuhan pokok, makanan, donor darah, donor plasma konvalesen, dan lainnya,’’ katanya. Gerakan ini juga bisa dilakukan dengan membantu kebutuhan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Kemudian menjalankan pemulasaraan jenazah serta membantu para nakes.

Upaya serupa juga dilakukan Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka). Mereka membentuk tim Uhamka Covid-19 Command Center (UCCC) yang berisi ahli kesehatan, petugas farmasi, konselor, sampai rohaniawan. Tim UCCC ini membantu pasien Covid-19 yang semakin banyak.

Sekretaris Uhamka Emaridial Ulza mengatakan sesuai arahan pimpinan, untuk saat ini tim UCCC difokuskan untuk melayani keluarga besar Uhamka yang terkena Covid-19. Meliputi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa beserta keluarganya. ’’Tim ini terdiri dari dokter, tenaga kesehatan, farmasi, psikolog, dan juga rohaniawan,’’ katanya.

Emaridial mengatakan pasien Covid-19 yang terkonfirmasi positif Covid-19 bisa langsung menghubungi tim UCCC Uhamka. Kemudian tim akan langsung melakukan pendataan dan tracing serta diagnosis awal.

Setelah itu data diteruskan ke tim panel ahli yang terdiri dari para dokter. Selanjutnya hasil kajian tim panel diserahkan ke tim tanggap cepat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Dia mengatakan tim darurat memiliki tugas masing-masing sesuai bidangnya.(mg/jpc)