3.344 Vaksinasi HJC Lampaui Target

RADARCIANJUR.com -Momen Hari Jadi Cianjur (HJC) ke 344 yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2021 jauh dari kesan ramai. Ya akibat masih merebaknya virus Covid-19 dan di tengah pemberlakuan PPKM Mikro Darurat.

Namun moment tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menekan angka penularan Covid-19 dengan melakukan vaksinasi massal dengan target 3.344 warga Kabupaten Cianjur pada tanggal 12 Juli lalu.

Bupati Cianjur H Herman Suherman mengatakan, upaya tersebut dilakukan pemerintah Kabupaten Cianjur agar daerahnya menjadi zona hijau di Provinsi Jawa Barat. “Alhmdulillah Kabupaten Cianjur telah menjadi daerah zona kuning di Kabupaten Cianjur dan hal tersebut menjadi kado indah di Hari Jadi Cianjur,” kata Herman di sela-sela kerjanya di pendopo Kabupaten Cianjur waktu lalu.

Herman mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan Pemkab Cianjur memang di luar target yang ditetapkan. “Kemarin kita telah memberikan vaksin sebanyak 3.440, tapi realisasinya sampai 6.000, dan Alhamdulillah stoknya habis dan akan kita ajukan ke pusat lagi,” ungkapnya.

Terpisah, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr. Irvan Nur Fauzi mengatakan, vaksinasi massal yang serentak telah dilakukan pihaknya untuk masyarakat Kabupaten Cianjur.

“Secara terpusat di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Cianjur dan untuk laporannya 1.000 sasaran, untuk puskesmas masing-masing 100 sasaran, semua sudah melampaui target,” tuturnya.

Menurut Irvan, upaya vaksinisasi kepada masyarakat harus dilakukan di tengah pendemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Mikro Darurat di Kabupaten Cianjur.

“Di saat PPKM darurat amanat dari pemerintah perbanyak pressing, testing dan vaksinasi, walaupun sedang dalam PPKM. Bagi masyarakat tidak cukup 1 kali harus 2 kali vaksinasi, tentunya jadwal kedua akan dilaksanakan kembali,” ungkapnya.

Irvan menjelaskan, manfaat dan kegunaan vaksin selain untuk mencegah Covid-19, juga efeknya berpengaruh untuk kehidupan masyarakat. “Kedepannya seperti pencarian kerja, transportasi ke daerah lain, apalagi ke luar negeri sebagai syaratnya harus mempunyai dan menunjukkan sertifikat telah divaksin,” ujarnya.

Ditambahkan Irvan, sasaran vaksinisasi diantaranya berusia 18 tahun sampai lanjut usia dengan prioritas utama lansia dan pelayan publik dengan mendaftarkan ke puskesmas terdekat. “Jika sesuai sasarannya dapat dilaksanakan vaksinisasi di satu tempat, pelaksana teknisnya Bidang P2P Dinkes,” tuturnya.

Namun ia menjelaskan, akan lebih mudah melakukan vaksinasi dengan pendaftaran sebuah kelompok atau komunitas. “Lebih bagusnya pendaftarnya kelompok atau komunitas sehingga mudah untuk mengkoordinirnya,” pungkasnya.(byu)