Imbau Vaksin, Luhut: Kalau Terpapar Kemungkinan Meninggal Sangat Kecil

RADARCIANJUR.com Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang sekaligus Koordinator PPKM Darurat wilayah Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, vaksinasi memang tidak serta merta menurunkan angka kasus penularan Covid-19, namun dapat menurunkan risiko kematian kepada penderitanya.

“Kecepatan vaksinasi sangat penting. Meskipun (seseorang) terpapar (kalau sudah divaksin) kemungkinan meninggal sangat kecil,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (15/7).

Di sisi lain, pemerintah sendiri terus berupaya menurunkan angka penularan melalui pembatasan mobilitas masyarakat. Pergerakan masyarakat dipantau melalui Facebook mobility, Google Traffic, hingga NASA.

“Kita gunakan Facebook mobility mengukur aktivitas dan pergerakan penggunanya, menggunakan lokasi GPS dan jaringan telekomunikasi yang terhubung pada perangkat. Kami gunakan Google Traffic dan intensitas cahaya di malam dari NASA dan NOAA,” tuturnya.

Kenaikan kasus Covid-19, kata Luhut, bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga dialami oleh seluruh negara. “Dari semua jenis vaksin. Orang yang bilang Pfizer vaksin paling hebat lalu Astrazaneca, Moderna, dan lain-lain belum terbukti dapat menurunkan penularan Covid-19,” ungkapnya.

Setelah mendengarkan masukan dari pihak akademisi, kedokteran, dan para pakar, Luhut menegaskan yang menjadi tolok ukur dalam pengendalian Covid-19 adalah dengan pemantauan pergerakan masyarakat di tengah penyebaran virus varian Delta melalui berbagai perangkat tersebut.

“Ini kami gunakan supaya kita bisa mengukur untuk menghadapi varian Delta ini. Karena semua lelah. Saya ulangi kita semua lelah. Itu teman-teman prajurit dan perawat lelah,” tegasnya.(mg/jpc)