Petugas Gabungan Sekat Perbatasan Saat Malam

Petugas gabungan tengah melakukan penyekatan di perbatasan Cianjur-Bogor saat malam. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Petugas gabungan mulai dari Polri, TNI, dan Satpol-PP yang dibantu Linmas beserta relawan tangguh bencana (Retana), melakukan penyekatan di perbatasan Cianjur-Bogor tepatnya di Desa Ciloto, Cipanas, Kamis (15/7/2021) malam.

Pelaksanaan tersebut dilakukan setiap harinya di saat PPKM mikro darurat berlangsung yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB hingga selesai.

“Selain kami lakukan penyekatan di pagi, siang, dan sore, malam pun tetap kami periksa kendaraan yang melintas di perbatasan Cianjur-Bogor tapal batas Seger Alam,” ujar Kapolsek Pacet, AKP Galih Apria, Jum’at (16/7/2021).

Lebih lanjut ia menyebut, hasil dari penyekatan pun hampir sama dengan pemeriksaan di saat pagi dan siang. Ia merinci, kendaraan yang telah diputar balik sejak pukul 19.00 WIB hingga selesai, berjumlah 64 kendaraan. Diantaranya 21 motor dan 43 mobil.

“Untuk total kendaraan yang diperiksa sebanyak 147 unit. Adapun yang harus diputar balik sebanyak 64 kendaraan, baik roda dua maupun empat,” terangnya.

Kapolsek mengatakan, hingga operasi tersebut berlangsung, tak ada pengendara yang mesti dilakukan swab Antigen atau Genose oleh petugas. Karena menurutnya, hampir rata-rata warga luar Cianjur yang melintas, bersedia untuk putar arah.

“Kalau bukan warga Cianjur dan tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19 termasuk surat vaksin, maka terpaksa harus putar balik. Kecuali warga domisili Cianjur dan sudah memiliki surat bebas Corona, mereka bisa melintas,” ujarnya.

Hasil yang didapat dari penyekatan pun dinilai sudah maksimal. Meskipun hanya ratusan dan puluhan kendaraan diputar balik. Karena menurutnya, mulai dari perbatasan Bogor pun jelas sudah ada operasi tersebut.

“Hasil pantauan kendaraan yang melintas tak begitu banyak. Selain karena tempat wisata di Cianjur telah ditutup, kemungkinan besar di perbatasan Bogor sana pun pengendara yang melintas sudah diperiksa. Makanya ke perbatasan Cianjur jadi sedikit,” tukasnya.

Sebelumnya, Pemerintah pusat telah memberlakukan PPKM mikro darurat yang dimulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Pemberlakuan tersebut terjadi karena adanya kenaikan kasus terkonfirmasi Covid-19 di pulau Jawa-Bali. Salah satunya kabupaten Cianjur sendiri ikut mendukung program tersebut guna menekan penyebaran Covid-19.

“Mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021, akan diberlakukan PPKM mikro darurat. PPKM mikro darurat perlu dukungan dari masyarakat,” ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman kepada wartawan.

Maka dari itu, sejumlah perbatasan pun kembali dilakukan penyekatan kendaraan. Salah satunya yang digelar di perbatasan Cianjur-Bogor mulai Sabtu kemarin hingga tanggal 20 Juli nanti. (dan)