Sepekan Lebih Penerapan PPKM, Dishub Cianjur Catat Penurunan Penumpang Angkutan 50 Persen

KEPALA Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Hendra Wira. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pelaksanaan PPKM Mikro Darurat di Kabupaten Cianjur sudah berjalan lebih dari sepekan dan berdampak pada sepinya angkutan umum.

Hal tersebut akibat dari pembatasan aktivitas masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Mikro Darurat.

Kabid Angkutan Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Hendra Wira mengatakan, pihaknya telah mengunjungi terminal-terminal di Cianjur dan memastikan sejumlah kendaraan berisi penumpang yang lebih sedikit.

“Untuk angkutan AKDP seperti marita itu bisa di bilang kosong mungkin hanya ada satu, dua penumpang dan maksimalnya sepuluh orang dan mereka terlihat masih kosong dan menunggu penumpang untuk jalan,”katanya kepada Radar Cianjur.

Sementara itu menurut Hendra, selain Angkutan umum berjenis Antar Kota Dan Provinsi (AKDP), angkutan umum jenis angkot kota juga terlihat sepi dan di bawah standar kapasitas yang telah ditentukan.

“Apalagi dengan adanya penutupan jalan di beberapa titik di Cianjur, membuat angkutan kota juga sepi dan kosong penumpang,” tuturnya.

Lanjut Hendra, PPKM Darurat Mikro yang diterapkan di Kabupaten Cianjur membuat aktivitas masyarakat di batasi dan menyebabkan sepinya Angkutan umum dan turun drastis dibawah 50 persen.

“Kurang lebih hanya 50 persen masyarakat beraktivitas keluar atau kegiatan lainnya yang menggunakan angkutan umum untuk berpergian,”jelasnya.

Hendra menuturkan pihaknya juga turut menerima laporan dari pihak kepolisian, bahwa ada beberapa angkutan umum yang masih membawa penumpang lebih dari 70 persen.

“Ketika di cek tidak ada alhamdulillah dan di lapangan masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, akhirnya kita terjun ke beberapa terminal istilahnya untuk mensosialisasikan kembali prokes yang lebih ketat,”ujarnya.

Hendra menambahkan, pihaknya juga turut lebih mensosialisasikan aturan PPKM Mikro Darurat di lapangan yakni Kapasitas angkut umum tidak boleh melebihi 70 persen.

“Ketika kami survei ke lapangan kami tidak menemukan angkutan umum yang melebihi batas, karena keadaan saat itu angkutan umum sepi penumpang dan kami juga lebih mensosialisasikan kepada supir-supir tentang kapasitas muatan dikendaraannya,”tandasnya.(byu)