Soal Pamflet Provokatif di Medsos, Pengamat: Disaring Sebelum Sharing

Pamflet Provokatif menyebar di medsos

RADARCIANJUR.com- Beredarnya pamflet di media sosial di aplikasi berkirim pesan, membuat masyarakat sedikit terpancing. Namun ternyata, pamflet tersebut tidak jelas asal usulnya.

Melihat dari poster tersebut tidak diketahui siapa pembuat dan penyebar selebaran digital tersebut. Masyarakat Cianjur harus berhati-hati dengan poster yang disebarkan tanpa mengetahui kebenaran informasi tersebut.

“Hal tersebut dapat terjerat UU ITE Pasal 27, 28 dan 29 tentang konten ilegal, kesusilaan hingga pencemaran nama baik. Ancaman hukumannya pun tidak main-main yakni lima tahun kurungan dengan denda Rp1 miliar. Jadi jangan asal copy paste jika tidak mengetahui sumber,” ujar Pengamat Informasi dan Teknologi Universitas Putra Indonesia (Unpi) Cianjur, Astri D Andriani.

Lanjutnya, hoaks itu mudah menyebar karena masyarakat senang berbincang, sehingga menyebar dari mulut ke mulut. Kedua tingkat literasi media digital di Indonesia rendah.

Data dari Unesco pada 2015, angka literasi di Indonesia berada di angka 0,001. Sehingga dari seribu orang hanya satu orang yang serius dalam membaca media digital. Literasi media digital dianggap sebagai filter untuk mencegah hoaks.

“Masyarakat sebaiknya membaca dari sumber terpercaya dari situs-situs resmi, selain itu dibaca terlebih dahulu sebelum disebarkan. Saat ini sudah banyak kemudahan untuk mengecek benar atau tidak informasi di informasi digital. Masyarakat pun jangan mudah terprovokasi,” terangnya.

Ia menambahkan, ada panduan agar tidak terjebak hoaks yakni think true, help ful, ilegal, Necessary dan kind

“Saat ini kita tengah berada di kondisi post truth yang artinya sebuah kondisi fakta tidak terlalu berpengaruh terhadap pembentukan opini masyarakat dibandingkan dengan emosi dan keyakinan personal. Sehingga masa dimana era kebohongan bisa menjadi kebenaran, masyarakat tidak peduli benar atau tidak yang terpenting sesuai dengan keyakinan serta emosi personal sehingga mudah tersebar,” tutupnya. (kim)