Melanggar PPKM Darurat, Pesta Pernikahan Cibeber Dibubarkan.

Pesta Pernikahan di Desa Kanoman Kecamatan Cibeber di bubarkan karena melanggar aturan di masa PPKM Mikro Darurat Foto : Istimewa

RADARCIANJUR.com– Pesta hajatan pernikahan di sertai hiburan musik dangdut di Desa Kanoman Kecamatan Cibeber, Sabtu 17/8/2021 dibubarkan petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP karena dinilai melanggar aturan PPKM Mikro Darurat.

Diketahui pesta tersebut di gelar oleh seorang guru Asep Hidayat.
yang saat ini berstatus PNS disalah satu sekolah.

Kapolsek Cibeber Kompol Bambang Kristiono mengatakan, telah mendapatkan informasi mengenai acara tersebut sehingga pihaknya bersama Forkomincam Cibeber melakukan pembubaran pesta tersebut.

“Dari informasi tersebut kita cek. Ternyata ada resepsi pernikahan. Kita bubarkan karena saat PPKM Darurat kan hajatan nikah dilarang total. Dihajatan itu juga mengadakan hiburan dangdut, tamu undangan juga banyak bahkan makan di tempat,”katanya.

Bambang menjelaskan, pihak penyelenggara pesta tersebut tidak membuat laporan untuk mengadakan acara pesta hajatan pernikahan.

“Sebelumnya tidak ada laporan dari pihak penyelenggara kepada petugas. Makanya kita langsung bubarkan,”ungkapnya.

Sementara itu, Camat Cibeber Ali Akbar mengungkapkan, penyelenggara resepsi pernikahan mengundang banyak orang ditengah masa pemberlakuan PPKM Darurat.

“PNS itu menikahkan putrinya sambil menggelar dangdutan di tengah pandemi COVID-19. Pengantin perempuan itu anaknya. Kalaupun digelar dibatasi, tidak makan ditempat juga, apalagi sampai ada hiburan dangdutan yang dapat memicu kerumunan. Dia juga kan PNS dan LPM Desa, harusnya ikuti aturan bupati,”jelasnya

Selain itu menurut Ali, pihaknya akan berkoordinasi dengan bagian kepegawaian dan pihak terkait guna memberikan sanksi kepada PNS tersebut.

“Sanksinya masih dikoordinasikan, yang jelas sudah dibubarkan. Karena dia juga PNS, maka akan ada sanksi lainnya,”bebernya

Sementara itu penyelenggara pesta hajatan pernikahan tersebut Asep Hidayat, berdalih tidak mengetahui pesta nikah anaknya itu dilarang saat masa PPKM Darurat.

“Saya tidak tahu, kalau tahu saya nggak akan mengadakan hajatan. Saya mengaku salah dan meminta maaf kepada semua pihak,”tandasnya.(byu)