200 WBP dan 53 Petugas Dites Urin, Ini Hasilnya

HENTIKAN PENYEBARAN NARKOBA: Lapas Cianjur melakukan pengecekan urin kepada ratusan WBP dan puluhan petugas sebagai deteksi dini pencegahan penyebaran narkoba. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur melakukan tes urin kepada 200 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan 53 petugas Lapas Cianjur pada Senin (19/7). Tes urin tersebut bertujuan untuk mendeteksi dini penggunaan narkoba di lingkungan Lapas Cianjur.

Dari hasil tes tersebut, tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan obat terlarang atau narkoba di lingkungan Lapas Cianjur.

Kalapas Cianjur, Heri Aris Susila mengatakan, kegiatan tes urin tersebut dilakukan secara mendadak. Pihaknya pun bersyukur tidak didapati penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas Cianjur.

“Alhamdulillah kita sudah melakukan tes urin kepada 200 WBP dan 53 petugas, dari hasilnya tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba,” ujarnya.

Meskipun tidak ditemukan adanya penggunaan narkoba di lingkungan Lapas Cianjur, pihaknya tetap memperketat penjagaan dan pengawasan.

“Tetap antisipasi harus ditingkatkan meski tidak ada indikasi penyalahgunaan,” tegasnya.

Sementara itu, hal senada diungkapkan Ka KPLP Kelas II B Cianjur, Resnu Parada Andhika, petugas tetap akan lebih memperketat penjagaan dan pengawasan. Sehingga tidak ada titik lengah penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas.

“Seperti dikatakan Kalapas, tetap pengawasan dan penjagaan ditingkatkan agar tidak terjadi penyelundupan disaat lengahnya pengawasan,” jelasnya.

Selain itu, bukan hanya pengunjung atau tamu saja. Saat ini setiap petugas pun tetap diperiksa sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

“Bahkan ponsel petugas pun harus terdaftar saat masuk ke dalam gerbang,” tutupnya. (kim)