Dishub Cianjur Akan Tindak Tegas Perusahaan Bus Nakal

Foto : Dok Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Masa pengetatan PPKM Mikro Darurat masih diberlakukan di Kabupaten Cianjur.

Akibat pemberlakuan aturan tersebut berdampak kepada perusahaan penyedia jasa Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Sejumlah perusahaan bus AKAP di Cianjur diperbolehkan membawa penumpang dengan syarat-syarat tertentu sesuai aturan PPKM Mikro Darurat.

Kabid Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur Hendra mengatakan, ditengah pemberlakuan PPKM Mikro Darurat sejumlah Angkutan AKAP masih dapat beroperasi dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.

“Masih bisa beroperasi syaratnya kapasitas maksimal 50 persen, dengan sarat penumpang membawa kartu vaksin pertama, hasil bukti negatif untuk pcr maks 2×24 jam atau rapid antigen 1×24 jam,”ungkapnya.

Hendra mengungkapkan, syarat tersebut harus dipenuhi perusahaan AKAP untuk tetap dapat beroperasi membawa penumpang dan jika diindahkan akan ditindak tegas.

“Pasti ada sanksinya, dari teguran sampai dengan pencabutan izin operasionalnya. Cuma hasil pemantauan dilapangan beberapa hari ini untuk dari titik asal terminal pasirhayam sangat minim penumpangnya,”ungkapnya.

Namun Hendra menjelaskan, apabila ada perusahaan AKAP yang melanggar untuk kewenangan Dishub kabupaten atau kota hanya sebatas menegur dan menginformasikan ke kementerian perhubungan.

“Karena proses perijinannya dari pusat atau kementerian perhubungan,”singkatnya.

Selain itu untuk sanksi yang diberlakukan apabila kedapatan maka akan ada penahanan dari Angkutan AKAP dan mencabut izin operasionalnya.

“Petugas tidak bisa serta menahan kendaraan tanpa alasan yang jelas, kendaraan dapat ditahan apabila tidak dilengkapi dokumen kelengkapan nya seperti STNK, buku kir, SK ijin trayek atau ijin operasional hingga dokumennya tidak sesuai, atau bahasa lainnya kendaraan nya bodong,”tandasnya. (byu)