Larangan Takbiran Keliling Dipertegas Pemkab Cianjur

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Melalui Surat Edaran yang ditandatangani Bupati Cianjur H. Herman Suherman, Pemkab Cianjur melarang kegiatan aktivitas pawai atau arak-arakan takbiran keliling seperti tradisi umum yang dilakukan umat Islam.

Larangan tersebut bertujuan untuk menghindari kerumunan yang nantinya akan berpotensi menimbulkan klaster baru penularan Covid 19 di kabupaten Cianjur.

Hal tersebut paparkan MUI Kabupaten Cianjur melalui fatwa adanya larangan dan pembatasan untuk melakukan aktivitas di hari Idul Adha.

“MUI itu sudah punya fatwa nomor 36 tentang pelaksanaan Kurban, Malam takbiran dan shalat Ied,”ujar Ketua MUI Cianjur KH Abdul Rouf.

Abdul Rouf berujar, dalam fatwa MUI tentang aturan dimasa pendemi Covid 19 sebagai upaya mendukung pemerintah.

“Bagaimana menghindari kerumunan sebagai bentuk ikhtiar berusaha agar tidak terjadi penularan virus Covid 19,”tuturnya.

Abdul Rouf menegaskan, MUI adalah sebuah lembaga bersifat mengimbau, sedangkan Pemerintah memiliki kebijakan untuk melarang suatu hal.

“Hal ini harus ada sinergitas antara ulama bersama Pemerintah untuk bersama-sama menerapkan kebijakan,”tegasnya.

Senada dengan yang disampaikan, Ketua Satgas Penanganan dan Percepatan dan Penanggulangan Covid 19 Kabupaten Cianjur dr Yusman Faisal mengatakan, adanya pelarangan takbir keliling karena sangat rawan terjadinya kembali kasus penularan Covid 19.

“Takbiran keliling tidak boleh, karena sekarang kasus lonjakan Covid 19 sedang tinggi diharapkan tidak ada kegiatan tersebut,”ungkapnya.

Terpisah Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur Hendri Prasethyadi mengatakan akan melakukan giat operasi dan pengamanan disejumlah titik.

“Kegiatan pawai atau arak-arakan takbir idul adha kita bersinergi dengan kepolisian dan TNI melakukan penyekatan di ring 1 dan Ring 2,”katanya.

Hendri menjelaskan, titik penyekatan dan pengamanan Ring 1 terdiri di dalam kota diantaranya yakni Jalan HOS Cokroaminoto, Mangunsarkoro, muhammad Ali, cepu 9, Amalia rubini, suge dan Tauifur Yusuf .

Sedangkan untuk Ring 2 terdiri dari lampu tugu gentur, tugu pandanwangi.

‘Terbukti melanggar akan di putarbalikan, kalau sengaja melakukan hal tersebut tentunya kita tindak,”pungkasnya. (byu)