Pelaku UMKM Menjerit Omsetnya Turun Hingga 50 Persen

Salah seorang pelaku UMKM yang ada di Cipanas menelan pil pahit dampak aturan PPKM Darurat. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Imbas PPKM darurat yang dimulai sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021, tentunya sangat berdampak terhadap pelaku usaha. Terlebih Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Ketua Forum Usahawan Mikro Kecil dan Menengah (FUMKM) Cianjur, Iwan Mustopa, menyebut presentasi omset akibat pandemi Covid-19 yang ditambah penerapan PPKM darurat ini mencapai setengahnya yakni 50 persen, bahkan lebih.

“Pelaku UMKM sebetulnya sudah menjerit akibat pandemi dan PPKM saat ini, karena bisa menurunkan 50 persen dari omzet pelaku usaha kecil kami,” ujarnya kepada radarcianjur.com, Minggu (18/7/2021).

Menurutnya, PPKM darurat yang diberlakukan ini tak ubahnya dengan PSBB yang berganti nama, tetapi pelaksanaannya tidak jauh berbeda.

Ia cukup menyayangkan keputusan pemerintah tersebut, padahal beberapa waktu lalu, UMKM sudah mulai bangkit dari keterpurukan.

“Dengan PPKM yang diperketat, mengakibatkan UMKM menderita kerugian yang luar biasa, padahal beberapa waktu lalu sempat bangkit hingga 70 persen,” katanya.

Di sisi lain, adanya ketetapan Pemerintah pusat tersebut, tentunya sebagai upaya menekan angka kasus Covid-19. Dengan begitu, dirinya selalu mengimbau kepada para pelaku usaha untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami berharap keputusan pemerintah memperlakukan PPKM darurat ini juga diimbangi dengan program pemulihan ekonomi. Salah satunya dengan mendorong kembali realisasi program-program yang bisa memajukan pelaku usaha kecil,” tuturnya.

Salah seorang pelaku usaha kecil bidang makanan ringan di wilayah Cipanas, Dadang (50 tahun) mengaku, imbas pemberlakuan pemerintah ini jelas sangat berdampak buruk pada pengusaha. Apalagi kini, dalam hal pemasarannya, menuai kesulitan karena beberapa akses sangat dibatasi.

“Selain untuk membeli kebutuhan produksi yang terbatas, juga tentunya pemasaran saat ini menjadi kendala besar. Karena hampir setengah pertokoan yang biasanya dititipkan produk UMKM, kini harus tutup,” kata dia.

Saat ini, dirinya dan pelaku usaha lain hanya berharap, pandemi Covid bisa segera usai. Sehingga laju pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa kembali menggeliat.

“Ya harapannya hanya satu, ekonomi masyarakat khususnya para pelaku usaha kecil bisa lebih bangkit dan maju,” tandasnya. (dan)