TPU Khusus Covid-19 di Cianjur Hanya Terisi 60? Ini Penjelasan Satgas

SEPI: Kondisi TPU khusus penyitas Covid-19 di Desa Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur hanya terdapat 60 makam. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com -Hampir satu tahun lebih pandemi Covid-19 terjadi di seluruh dunia khususnya Indonesia. Beberapa daerah bahkan tempat pemakaman pasien Covid-19 sudah hampir tidak memiliki lahan lagi. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan Kabupaten Cianjur.

Pemakaman khusus penyitas Covid-19 yang berada di TPU Cikareo Desa Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi tidak terlihat padat dan penuh. Nisan dan tumpukan tanah makam hanya berjumlah 60 makam saat memantau langsung.

Di sekitar area pemakaman, tak ada petugas yang berjaga seperti pemakaman pada umumnya. Namun, dari keterangan salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, setiap harinya terkadang ada ambulan yang melintas membawa jenazah. “Setiap hari pasti ada, bahkan sehari bisa empat ambulans sekaligus yang datang,” ujarnya.

Dirinya tidak mengungkapkan lebih terinci mengenai prosesi pemakaman, hanya beberapa kali menjumpai ambulan yang melintas.

Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal menjelaskan, pemakaman khusus Covid-19 tersebut bersifat opsional tergantung keputusan keluarga pasien.

“Memang difokuskan di TPU kalau untuk pemakaman dengan izin RT/RW setempat. Dan, ketika ada penolakan, kita makamkan di tempat pemakaman khusus yang di Sukaresmi,” ungkapnya.

Yusman membenarkan sudah ada puluhan jenazah yang dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19. Ia mengungkapkan, tingkat kematian di Cianjur pun cukup tinggi. “Sudah ada puluhan memang yang dimakamkan di situ. Tingkat kematian di Cianjur juga memang tinggi di kisaran 2,3 persen,” terangnya.

Sudah ratusan masyarakat Cianjur yang meninggal karena Covid-19. Biasanya pasien Covid-19 yang meninggal memiliki penyakit bawaan atau komorbid. “Kalau diakumulasikan dari awal pandemi, hampir 9.000 orang terkonfirmasi Covid-19 di Cianjur. Untuk yang meninggal ada di angka 200-an,” tutupnya.(kim)