Pulihkan Ketersediaan Oksigen, Pemkab Cianjur Bangun Posko

Salah satu Perusahaan Distributor Oksigen. Foto : Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur langsung bergerak cepat di tengah kondisi mulai menipisnya oksigen untuk penanganan pasien Covid-19 maupun non Covid-19 di rumah sakit yang ada di Cianjur. Saat ini, Pemkab Cianjur sudah memiliki posko untuk menampung oksigen yang dihibahkan atau bantuan dari luar.

Namun, ternyata ada dua tipe oksigen. Pertama oksigen dengan cairan dan oksigen gas. Yang saat ini kondisinya menipis adalah oksigen gas. Di posko oksigen, sudah terdapat lima tabung yang nantinya dipergunakan untuk kondisi darurat

Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, langkah utama pemkab yakni membentuk posko darurat oksigen, tempat menerima hibah dari pusat juga provinsi serta pengadaan oksigen di pendopo.

“Jadi semua bantuan ditampung di posko, ini untuk oksigen gas ya. Karena oksigen cair itu aman. Jadi masyarakat yang mau membantu pun kita terima dalam bentuk barang tentunya,” ujarnya.

“Kalau oksigen cair aman, sementara yang menipis saat ini oksigen gas. Karena dari awal tidak ada rencana untuk penambahan ruangan isolasi Covid-19, sehingga perlu melakukan instalasi saluran gas,” sambungnya.

Lanjut Yusman, puskesmas yang mengalami kesulitan oksigen nantinya bisa datang langsung ke posko tersebut. Bahkan, saat ini sudah dua rumah sakit datang ke posko oksigen yakni RSUD Sayang dan RSDH.

Rencananya, Pemkab Cianjur mentargetkan terdapat 100 tabung untuk ketersediaan oksigen gas di Kabupaten Cianjur.

“Ketersediaan oksigen di posko darurat lima tabung besar tersedia yang dilakukan untuk mobile dan nanti diisi ulang kembali. Rencana ketersediaan hingga 100 tabung,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Herman Suherman menambahkan, pihaknya meminta kepada rumah sakit agar tidak mengajukan oksigen secara mendadak.

“Jangan melakukan pengajuan mendadak. Sehingga saat kondisi gas habis baru melakukan laporan,” jelasnya.

Dirinya membenarkan bahwa kondisi sebelumnya memang oksigen menipis. Namun saat ini sudah aman dan dalam kondisi stabil. Selain itu, 10 tabung dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berupa 10 tabung gas langsung diserahkan ke rumah sakit.

“Bahkan ada bantuan 10 tabung dari provinsi kita langsung serahkan ke rumah sakit,” tutupnya. (kim)