Lapas Cianjur Kembali Gelar Razia. Buru Barang Terlarang di Kamar Tahanan

STERIL: Razia terus dilakukan untuk berupaya bersihnya Lapas Cianjur dari barang terlarang. Beberapa barang berhasil diamankan dan dimusnahkan dari kamar tahanan WBP. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur nampaknya tidak main-main dalam memberantas peredaran narkoba. Pasalnya, Lapas Cianjur kembali menggelar razia di blok tahanan narkoba pada Kamis (22/7) siang. Hal tersebut dilakukan dalam bentuk upaya memberantas peredaran narkoba di lingkungan Lapas Cianjur. Selain itu, razia tersebut bertujuan untuk upaya bersihnya lapas dari barang terlarang.

Terbukti, dari hasil razia tersebut didapati dua buah senjata tajam, tiga buah power bank, tiga buah kabel data, dua buah headset, tiga buah handphone dan satu minyak untuk korek api. Razia yang berlangsung selama kurang lebih setengah jam tersebut memang akan menjadi agenda rutin secara acak kepada setiap blok tahanan khususnya narkoba.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas II B Cianjur, Resnu Prada Andhika mengatakan, razia akan menjadi agenda yang secara acak dengan tujuan tidak diketahui atau bocornya informasi. Sehingga hal tersebut dirasa sangat efektif.

“Kita sudah agenda, tapi tetap secara acak tidak dijadwalkan. Karena ini dirasa sangat efektif dalam upaya lapas bebas dari barang terlarang,” ujarnya.

Lanjutnya, setiap barang yang didapati dari hasil operasi atau razia tersebut langsung dimusnahkan di tempat. Tujuan tersebut sebagai bukti keseriusan Lapas Cianjur dalam memerangi narkoba dan menghindari adanya pengendalian narkoba di lingkungan Lapas Cianjur.

Sementara itu, Kalapas Kelas II B Cianjur, Heri Aris Susila menambahkan, dari razia yang sering dilakukan memberikan dampak yang positif. Terlihat dari setiap razia yang dilakukan temuan barang terlarang tidak sebanyak dari sebelum-sebelumnya.

“Kita terus berupaya untuk ke arah lebih baik, sehingga upaya dengan razia ini kita lakukan,” terangnya.

Heri menambahkan, memang menuju ke arah lebih baik tersebut perlu proses yang tidak hanya sekejap dilakukan. Sehingga upaya selain razia yakni memberikan pembinaan lebih kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) turut dilakukan agar tidak kembali mencoba menyimpan barang terlarang di kamar tahanan.

“Bagi yang kedapatan, kita berikan pembinaan lebih tapi tetap secara humanis juga, bagaimanapun WBP tetap kita perlakukan dengan manusiawi dan sanksi yang diberikan tidak sampai melebihi batas,” tutupnya. (kim)