Pelukis Lokal Cianjur Tersohor di Ibu Kota Tapi Kurang Dikenal di Cianjur

KONSISTEN: Meski kondisi pandemi, Suryono (53) tetap fokus melukis dan menghasilkan karya melalui kanvas dan juga cat di studio lukisnya. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Lukisan indah terpangpan di ruangan berukuran 5×5 meter sebuah rumah kontrakan. Beberapa diantaranya terpajang di dinding dan juga di atas meja. Menarik dan juga indah. Tak banyak orang mengetahui pelukis yang berusia setengah abad tersebut. Suyono. Pendiri Jenggot Art Studio Cipanas ini memiliki studio lukis di Desa Cipendawa Kecamatan Pacet. Studio tersebut menjadi ‘markas’ para pelukis di Cianjur. Sudah 10 tahun dirinya aktif melukis yang kini hasilnya dipajang di berbagai hotel maupun villa.

Namun sayang. Namanya kurang dikenal di Kabupaten Cianjur. Hanya segelintir orang saja yang mengenal dirinya. Tapi jangan sangka, di Ibu Kota Jakarta namanya cukup tersohor terlebih nama Jenggot Art Studio miliknya. Pria asal Wonosobo ini menceritakan awal dirinya bisa ‘terdampar’ di Cianjur hingga membuat galeri seni lukis. Berawal di tahun 2007 dirinya hijrah dari Jakarta ke Cianjur untuk merangkul seniman muda.

Seiring berjalannya waktu, tak sedikit juga yang datang dan belajar, bahkan bertukar pikiran mengenai seni lukis. Selain itu, tempat tersebut dijadikan basecamp untuk sekedar nongkrong.

“Kita buat ini paling tidak mengumpulkan anak Cipanas dan Cianjur agar punya basecamp walau seadanya dulu kebetulan di sini juga suka ada event ngumpulnya di sini,” ujarnya.

Meski belum diresmikan, Jenggot Art Studio tetap menerima kunjungan. Di sisi lain, hal tersebut mengingat kondisi pandemi saat ini yang masih belum juga reda. Sehingga dirinya menunda hal tersebut.

“Macam-macam jenis lukisan ada, kita menampung rekan-rekan pelukis tapi 70 persen genre realis sisanya ada abstrak dan lain-lain. Kita tidak membatasi aliran apapun terbuka,” terangnya.

Akan tetapi, pasar lukisan lokal di Kabupaten Cianjur masih terbilang kurang. Padahal, jika dilihat wilayah Cipanas-Cianjur merupakan daerah strategis yang banyak dilalui oleh masyarakat Bandung dan Jakarta. Sehingga jika dinilai dari segi ekonomi sangat menjanjikan.

“Di sini tempatnya cari lukisan, kebanyak bos Jakarta punya villa di sini mungkin tidak sengaja cari lukisan jadi ada pelanggan yang datang,” ungkapnya.

Pelukis yang aktif di Jenggot Art Studio saat ini sekitar 10 orang. Menurutnya, potensi seniman di Cianjur sangat bagus bahkan lukisan Cipanas kesohor di ibu kota.

“Sangat terkenal di Jakarta, lukisan realis Cipanas itu. Kalau ada yang nyari ya udah tahu yang bagus itu di sini,” papar pria yang akrab disapa Yono ini.

Akibat Pandemi Covid-19, harga lukisan jadi tidak jelas. Dirinya menyebut, lukisan besar bisa berkisar di harga Rp20 juta. Tapi, kini sulit laku.

“Sekarang separuhnya saja alhamdulillah terkecuali yang udah langganan dari Rp20 ke Rp15 juta masih bisa,” jelasnya.

Pelukis yang ada di Jenggot Art Studio rata-rata berusia 30 tahun ke atas. Meski ada pelukis muda, namun masih malu-malu untuk bergabung.

Proses melukis pun cukup unik, Yono dan pelukis lainnya biasa melihat panduan dari beberapa gambar dan digabungkan menjadi satu lukisan.

“Kita lebih melihat pasar, yang ramai apa kita buat. Kita mengintip mana yang laku, kita pengen eksperimen tapi sekarang malah beresiko. Udah lama bikinnya capek tapi nominalnya tidak bisa diharapkan,” terangnya.

Pihaknya kerap menjual online lukisan yang sudah dibuat. Namun, karena sudah banyak orang yang mengetahui lukisan di Jenggot Art Studio, pesanan mudah didapat. Pria yang sudah 20 tahun melukis ini mengatakan, Jenggot Art Studio sudah masuk ke Kombi Pelukis Indonesia. Bahkan, hampir menggelar acara besar.

“Kita awali dengan tujuh orang. Itu awalnya untuk penyemangat pelukis muda, biar bisa mengatakan bahwa melukis menjanjikan. Tapi malah kena pandemi ini,” tutupnya. (kim)