Soal RSDH, Ketua Fraksi Gerindra: Ini Pandemi Harus Dilawan Bersama Bukan Mengancam!

RSDH Cianjur

RADARCIANJUR.com- Kunjungan yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur ke Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) Cianjur beberapa waktu lalu menindaklanjuti perihal adanya aduan dari masyarakat, disoroti oleh Keuta Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kabupaten Cianjur, Prasetyo Harsanto.

Kunjungan atau sidak tersebut dirinya sepakat, namun alangkah lebih baik jika turut mendatangi masyarakat yang terdampak pandemi ini terlebih Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Dari data yang ia terima, sebelum adanya Covid-19 dan PPKM, hampir 240 ribu jiwa masyarakat berada di kondisi yang kurang beruntung atau kategori perlu bantuan dari pemerintah. Sehingga menurutnya, dengan adanya PPKM dimungkinkan terjadi lonjakan masyarakat yang kekurangan.

“Sepakat dengan adanya sidak atau kunjungan ke semua instansi baik itu pasar hingga fasilitas kesehatan. Namun jangan dilupakan masyarakat yang terdampak PPKM,” ujarnya.

Lanjutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cianjur seharusnya merangkul dan mengingatkan RSDH yang merupakan mitra kerja dalam mengatasi Covid-19 di Kabupaten Cianjur. Jika pelayanan kurang baik, harus saling mengingatkan. Bahkan ia menuturkan, melihat situasi saat ini, fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah pun sudah penuh.

“Sangat penting bekerjasama dengan pihak swasta yang berjuang mengabdi untuk bersama-sama melawan Covid-19,” jelasnya.

Pria yang biasa disapa Bang Pras ini menambahkan, rumah sakit pemerintah hampir mencapai 100 persen dan bahkan RSDH sudah penuh kapasitasnya, tenaga kesehatan banyak terjangkit Covid-19. Seharusnya ketika rumah sakit swasta menolak, dilihat terlebih dahulu persoalannya. Jika BOR masih di bawah 80 persen sampaikan teguran, jika penuh tidak bisa dipaksakan.

“Yang terparah jika sampai colaps siapa yang akan menanggung. Pentingnya komunikasi pemda dan swasta dalam bersama-sama mengatasi Covid-19 di Cianjur bukan mengancam,” tegasnya.

Dirinya pun mengimbau agar pemerintah turut menggandeng pihak swasta dan tidak sampai bertindak berlebihan. Dikhawatirkan ketika terjadi ledakan kasus Covid-19, rumah sakit pemerintah pun tidak akan mampu mengatasi. Pasalnya, persoalan Covid-19 perlu ditangani secara bersama-sama. (kim)