Terdampak Pandemi, Pelaku Usaha Cianjur Perlu Mendapatkan Insentif Pajak

Salah seorang pelaku UMKM yang ada di Cipanas menelan pil pahit dampak aturan PPKM Darurat. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com- Pada masa pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang masyarakat saja, namun beberapa sektor seperti tempat makan hingga tempat wisata. Terlebih saat ini tengah dalam kondisi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tanggal 25 Juli 2021. Hal tersebut semakin membuat dunia usaha semakin terhimpit, tak heran berbagai cara diupayakan untuk menggenjot perekonomian agar tidak sampai tutup.

Di sisi lain, pemerintah pun perlu memberikan keringanan kepada pelaku usaha seperti memberikan keringanan pajak maupun kewajiban pelaku usaha kepada pemerintah. sehingga peraturan yang diberikan atau diberlakukan tidak hanya memberatkan saja, tetapi terdapat solusi bagi pelaku usaha yang turut mengikuti peraturan yang telah ditetapkan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pihaknya tengah memikirkan hal tersebut. Meski saat ini Kabupaten Cianjur pun tengah berpacu mengejar target pendapatan asli daerah (PAD). Namun tidak sampai mengkorbankan para pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19.

“Kita pikirkan itu juga, yang terpenting adanya usulan terlebih dahulu dari yang bersangkutan (pelaku usaha, red),” ujarnya.

Pihaknya pun tengah mengkaji persoalan tersebut, sehingga roda perekonomian tetap berjalan meski saat ini kondisi di sektor pariwisata baik hotel hingga rumah makan tengah lesu akibat berkurangnya kunjungan wisatawan.

Sementara itu, Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengungkapkan, di saat seperti ini, pemerintah perlu menyatu dengan berbagai sektro. Keringanan perlu diberikan kepada pihak yang terdampak baik itu masyarakat maupun pelaku usaha.

“Bisa diberikan berupa insentif perpajakan, pengurangan pembayaran PBB dan bahkan membantu pelaku usaha yang tengah mencicil pinjaman ke bank agar diperpanjang tanpa adanya penalti,” tuturnya.

Dengan seperti itu, lanjut pria yang biasa disapa Kang Eddy ini, keberlangsungan ekonomi pun akan tetap berjalan seirama dengan penanganan Covid-19 di daerah-daerah khususnya seperti Kabupaten Cianjur. Sehingga meski dalam kondisi sulit, setidaknya masih bisa bertahan di konsdisi tersebut.

“Pelaku usaha pun nantinya akan terbantu dengan pengurangan beberapa poin tersebut, sehingga tidak memberatkan,” tutupnya. (kim)