Duuh, Masih Banyak Perusahaan di Cianjur yang Melanggar PPKM

RADARCIANJUR.com- Perusahaan di Kabupaten Cianjur masih banyak yang melanggar aturan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur angkat bicara mengenai pelanggaran yang dilakukan sejumlah perusahaan di masa PPKM.

Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat mengatakan, ada beberapa perusahaan yang kena tidak pidana ringan (tipiring).

“Jadi memang sebelumnya Bupati dengan Forkopimda melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke beberapa perusahaan untuk menjalankan instruksi mentri dalam negeri nomor 18 tahun 2021,”katanya.

Ricky menuturkan, untuk perusahaan industri eksport diwajibkan untuk memperkejakan pekerjanya sebesar 50 persen dari jumlah keseluruhan.

“Sedangkan untuk pekerja di bidang administrasinya 10 persen dari jumlah keseluruhan. Kami mengimbau kepada perusahaan selama PPKM ini agar menjalankan imendagri tersebut,”tuturnya.

Ricky berujar, pihaknya mendukung untuk keberlangsungan kegiatan usaha, namun harus sesuai aturan pemerintah.

“Karena ini kan terkait dengan hidup masyarakat khususnya tenaga kerja. Keberlangsungan usaha tetap berjalan namun mengikuti imendagri tersebut,”ujarnya.

Ricky mengungkapkan, setiap hari untuk karyawan yang menjalani Work From Office (WFO) itu 50 persen dari jumlah total untuk yang diproduksi.

“Jadi yang pertama libur yang besoknya kerja itu yang kemarin libur. Tapi jangan sampai dirumahkan, karena kalau dirumahkan kan tidak ada pemasukan buat tenaga kerja. Jadi skemanya di sistem pembagian kerja, bukan sif juga,”jelasnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Donovan Akbar mengatakan, bahwa sudah ada lima perusahaan yang terkena tipiring dan disidang di Pengadilan Negeri Cianjur.

“Perusahaan yang kena tipiring dan di sidang di Pengadilan Negeri Cianjur sudah ada lima perusahaan,”tandasnya. (byu)