Viral di Medsos, PMI Warungkondang Disiksa Majikan di Arab Saudi

Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ai Atikah (38) asal Kampung Pasir Randu, Desa Cisarandi Kecamatan Warungkondang yang mengalami tindakan tak menyenangkan oleh majikannya

RADARCIANJUR.com- Setelah sempat viral di salah satu media sosial Facebook, Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ai Atikah (38) asal Kampung Pasir Randu, Desa Cisarandi Kecamatan Warungkondang yang mengalami tindakan tak menyenangkan di Arab Saudi.

Diketahui pada postingan disalah satu akun facebook tersebut Ai terlihat memperlihatkan jari-jari tangannya yang melepuh akibat diduga mengalami tindakan kekerasan majikannya

Akhirnya hal tersebut mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, salah satunya Srikandi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Korcam Warungkondang Kabupaten Cianjur dengan mendatangi keluarga PMI tersebut.

Ketua Srikandi (Abpednas) Korcam Warungkondang Kabupaten Cianjur Tuti Purwanti S.pd mengatakan, pihaknya merasa prihatin mendengar kabar salah satu PMI yang mengalami nasib yang tak baik.

“Kami prihatin sekali mendengar salah satu PMI di Facebook yang viral sehingga kami datangi keluarganya,”katanya kepada Radar Cianjur, Jum’at 23/07/2021.

Tuti menuturkan, akan terus mengawal pihak korban untuk memulangkan PMI tersebut.

“Akan kami kawal terus dan tolong kepada instansi terkait agar menindaklanjuti kasus tersebut,”tuturnya.

Sementara itu ditemui Radar Cianjur, Suami PMI tersebut Pepen Supendi (30) mengatakan, keberangkatan istrinya tersebut telah berlangsung selama 6 bulan.

“Istri saya sudah berangkat selama 6 bulan lamanya melalui salah satu sponsor,”kata Pepen.

Pepen menjelaskan, saat ini ia dan keluarganya terbatas untuk berkomunikasi dengan sang istri karena aturan yang ditetapkan oleh sang majikan.

“Saat ini untuk komunikasi via telepon dibatasi, selama ini hanya 6 kali Komunikasi dengan waktu hanya 10 menit kata istri saya. Selain itu istri saya terlihat tertekan karena beban kerjanya yang berat,”ungkapnya.

Pepen menambahkan, sang istri juga bercerita pernah mengalami tindakan kekerasan dari sang majikan.

“Istri saya juga pernah cerita pernah di aniaya ketika baru 2 bulan bekerja. Namun sekarang setelah ditanya hanya dikekang saja dan ada intimidasi agar tak banyak bercerita apa-apa saja,”ujarnya.

Pepen berharap, istrinya dapat kembali pulang untuk kembali ke keluarga dan tidak berkerja kembali ditempat tersebut.

“Sekarang keinginan saya istri kembali pulang dan saya meminta bantuan kepada berbagai pihak agar keinginan kelurga saya terpenuhi,”tandasnya (byu).