Akibat Pandemi, Pramuwisata Timur Tengah di Cianjur Beralih Profesi

SEPI: Situasi di depan Kota Bunga di wilayah Sukanagalih Pacet nampak sepi. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sektor pariwisata di kabupaten Cianjur hingga saat ini masih merasakan keterpurukan imbas pandemi Covid-19.

Sepanjang pandemi, bidang tersebut masih belum tampak menggeliat seperti pada normalnya. Termasuk secara otomatis mengenai pada pramuwisata atau Tour Guide.

Mereka (Tour guide) seakan lumpuh total, karena tak adanya wisatawan khususnya dari negara asing yang berwisata ke kota santri ini.

Akibat hal tersebut, tak sedikit dari mereka yang kemudian beralih profesi ke berbagai bidang lain. Seperti berdagang, bisnis kecil-kecilan, bahkan adapula yang menjadi kuli bangunan.

Hal itu tentu dilakukan mereka agar tetap bisa bertahan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ketua Umum Paguyuban FM.id yang menaungi para tour guide timur tengah di Pacet, Cipanas, Cianjur, Abdurohman menyebut, puluhan anggotanya sepanjang pandemi Covid-19 banyak yang beralih profesi di saat kegiatan sehari-harinya itu terhambat karena adanya virus Corona.

“Anggota kami khususnya dari Paguyuban Timur Tengah banyak yang beralih profesi. Termasuk saya pribadi beralih profesi, yang tadinya tidak bisa dikerjakan, selama hampir 2 tahun ini malah bisa menjabat jadi ketua RW di Kampung sendiri,” ungkapnya kepada radarcianjur.com.

Tak hanya dirinya yang kini berkegiatan di sebagai pengabdi masyarakat dan mencoba berwirausaha bersama warga lain, ada pula yang bekerja bangunan, jadi tukang nasi goreng, jadi ojek online, dan bisnis kecil-kecilan lainnya.

“Makanya saya menjabat sebagai RW pun semenjak pandemi ini berlangsung. Kurang lebih sudah 2 tahun, sambil menggali potensi di kampung sendiri,” ujarnya.

“Profesi-profesi inilah yang kami lakukan saat ini demi menyelamatkan keluarga masing-masing termasuk saya pribadi,” sambungnya.

Meski demikian, ia sangat bersyukur semua anggota di paguyuban ini tidak berpencar dan masih berkomunikasi satu sama lain. Kecuali yang sudah meninggal.

“Kurang lebih sudah ada empat anggota kami yang wafat saat pandemi Covid ini. Tapi Alhamdulillah seluruh anggota lainnya masih berjalan. Bahkan ada juga yang kini berjualan baju, kue, serta bisnis lain. Semua beralih profesi,” paparnya.

Namun bisa digarisbawahi, bahwa selama pandemi ini, pihak yang betul-betul masih memperhatikan para pelaku pariwisata ini yaitu orang-orang yang sempat menjadi tamu yakni warga timur tengah.

“Jadi selama ini kita punya kenalan khususnya tamu-tamu Timur Tengah yang waktu ke sini kita layani dengan baik, sampai sekarang pun daripada pemerintah justru lebih peka dan perhatian mereka itu,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya sangat bersyukur karena masih ada yang perhatian saat kondisi terpuruk seperti ini dibandingkan dengan pemerintah. (dan)