Dampak Pandemi, Pemandu Wisata di Cipanas Lumpuh Total

Kawasan wisata Kota Bunga, Kecamatan Pacet, kabupaten Cianjur. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dampak pandemi Covid-19 hingga saat ini belum usai. Tak sedikit dari berbagai sektor berhasil dilumpuhkan karena imbas adanya virus Corona itu.

Salah satunya adalah sektor pariwisata di kabupaten Cianjur. Hingga saat ini, bidang tersebut masih belum menggeliat kembali. Imbas pun secara otomatis mengenai pemandu wisata atau Tour Guide.

Mereka (Tour guide) seakan lumpuh total, karena tak adanya wisatawan khususnya dari negara asing yang berwisata ke kota santri ini.

Salah seorang pelaku pariwisata yang sekaligus tour guide di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Abdulrahman (42) mengaku, sudah dua tahun ini ia dan rekan-rekan seprofesinya tak melayani wisatawan. Terlebih turis asing dari Timur Tengah yang biasanya ramai berdatangan ke Cipanas Cianjur.

“Sangat terpuruk pak, bahkan mati total. Kalau dipersentasikan itu mencapai 100 persen hilang mata pencaharian kami ini akibat pandemi dan sejumlah aturan yang berlaku,” ujarnya kepada radarcianjur.com saat dihubungi, Minggu (25/7/2021).

Menurutnya, sektor pariwisata ini sebetulnya cukup memberikan pemasukan lebih terhadap pemerintah. Namun karena pandemi yang belum usai, bukan hanya pemasukan ke negara, tentunya kepada para pemandu wisata pun sangat terpuruk.

“Selama penerbangan warga asing yang ingin berwisata itu ditutup, ya sampai sekarang turis asing ke Cianjur khususnya Cipanas, tak bisa datang. Jelas ini membuat sangat anjlok pekerjaan kami,” katanya.

Tak hanya di kabupaten Cianjur saja, menurutnya imbas tersebut tentu terjadi pula di wilayah-wilayah lainnya.

“Jadi bukan temen-temen tour guide di kabupaten Cianjur saja, yang dari Jakarta, Karawang, serta daerah lain pun sangat besar sekali dampaknya dan sangat-sangat terpuruk,” ucap dia.

Ia menambahkan, hingga saat ini rekan-rekan pelaku wisata disini belum bisa bekerja di profesi tersebut. Bahkan yang ada malah habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama pandemi ini.

“Kami para pelaku pariwisata khususnya pemandu tamu Timur Tengah di Cipanas ini, masih bingung. Kita mau mengadu kemana supaya perekonomian ini bisa terus berjalan. Cuma berharap, mudah-mudahan pandemi ini segera usai,” tukasnya. (dan)