Manajemen Kantor Pos Cianjur Ancam Petugas Salur BST

Kantor Pos Cabang Cianjur. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Manajemen Kantor Pos Cabang Cianjur mewanti-wanti kepada para petugasnya yang sedang menyalurkan bantuan sosial (Bansos) tunai, jangan sampai melakukan pemotongan bahkan pungli terhadap para keluarga penerima manfaat (KPM) dimana pun berada.

“Kami meminta kepada para KPM, kalau seandainya dari para petugas kantor pos yang tengah menyalurkan Bansos tunai itu terbukti melakukan potongan, mohon dilaporkan,” ujar Humas Kantor Pos Cianjur, Suhana kepada radarcianjur.com saat dihubungi Senin (26/7/2021).

Tak hanya itu, ia mengimbau kepada semuanya, terkait dengan penerapan protokol kesehatan saat pembagian, harus tetap dijaga. Sehingga dalam penyaluran Bansos di masa pandemi covid 19 saat ini tidak menimbulkan kerumunan.

“Jadi kami imbau juga kepada para penerima untuk tetap menjaga prokes. Jangan sampai berkerumun dan tetap menjaga jarak. Terlebih harus sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Jangan sampai menyalahi waktu yang telah ditentukan,” tuturnya.

Di sisi lain ia menambahkan, penyaluran Bansos tunai ini telah dilakukan sejak 19 Juli hingga 31 Juli mendatang. Penyalurkan pun merupakan tahap 5 dan 6 sejak pandemi Covid-19 di tahun ini bagi seluruh KPM di masing-masing wilayah seluruh kabupaten Cianjur.

“Jadi dari mulai 19 Juli hingga 31 Juli mendatang kami akan salurkan bansos tunai sebesar Rp 600 ribu untuk periode Juli dan Agustus,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sejumlah persiapan dan teknis penyaluran yang dilakukan pihaknya untuk memberikan BST itu diantaranya bisa melalui komunitas mikro, atau dilakukan secara door to door ke masing-masing desa. Selain itu, teknis kedua yakni dengan menyambangi langsung rumah KPM yang dikecualikan.

“Jika kondisi KPM itu misalnya jompo atau tidak mampu untuk datang ke kantor desa masing-masing karena sakit, maka kita yang datang mengantkan bansos tersebut,” ujarnya.

Selain itu ia juga menyampaikan, petugas yang disiagakan di masing-masing wilayah atau desa dalam pembagian bansos, itu tergantung sesuai daerah. Rata-rata petugasnya bisa mencapai empat hingga lima orang.

“Jadi kita sesuaikan dengan daerah atau tempat penyaluran BST tersebut. Jika wilayah selatan sendiri itu kebanyakan menggunakan teknis komunitas mikro atau langsung di desanya masing-masing,” tutur dia.

“Kami pastikan untuk penyaluran BST kali ini tidak ada yang datang ke kantor pos. Kecuali jika pada saat penyaluran di desa itu tidak hadir karena alasan sakit atau betul-betul tidak bisa datang, maka KPM tersebut bisa hadir pada keesokan harinya ke kantor pos,” pungkasnya. (dan)