PPKM Diperpanjang, Cianjur Tunggu Instruksi Pusat

Bupati Cianjur Herman Suherman. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Pemerintah pusat resmi memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro darurat dan level 3 di Kabupaten Cianjur.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terus berbenah dengan tujuan dalam perbaikan pemulihan ekonomi pasca PPKM ini. Secara teknis, Pemkab Cianjur masih menanti keputusan dari pemerintah pusat pasca PPKM.

Bupati Cianjur, Herman Suherman meminta kepada semua masyarakat agar terap menerapkan protokol kesehatan (prokes) meskipun PPKM sudah berlalu.

Secara teknis, penyekatan di beberapa tempat tidak ada namun pemantauan tetap dilakukan. Tapi pihaknya masih menanti keputusan pemerintah pusat.

“Kemungkinan tidak ada, normal, tapi yang kita tekankan protokol kesehatan (Prokes). Intinya seperti itu, kita menunggu instruksi dari pusat terlebih dahulu,” ujarnya.

“Covid-19 masih ada protokol kesehatan wajib dilakukan walau sekarang kegiatan aktifitas ekonomi, sosial, dan budayadibuka bertahap jangan euforia tetep protokol kesehatan terutama 5 M,” sambungnya.

Lanjutnya, dirinya menekankan pemakaian masker. Ia menegaskan masker dipakai untuk melindungi masyarakat itu sendiri dari Covid-19.

“Selain itu kita harus tetap jaga jarak, sehingga tidak ada kerumunan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk rajin cuci tangan. Sehingga apa yang dipegang bersih dan steril.

“Kemudian, jangan kemana-mana dan jangan berkerumun,” terangnya.

Selain itu penerapan Testing, Tracing, Treatment (3T) tetap harus dilaksanakan. Herman menjelaskan, apabila ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 di satu kampung harus dilaporkan.

“Cepat laporkan supaya bisa kami tracing, supaya tidak menyebar informasi kan ke pemerintah,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Cianjur ini menambahkan, apabila protokol kesehatan dilaksanakan, masyarakat bisa sehat dan ekonomi bisa berjalan.

“Untuk menunjang pemulihan ekonomi, kami akan genjot pertanian sesuai dengan daerah kita yan kebanyakan pertanian. Kita berdayakan potensi pertanian dan perdagangan,” tutupnya. (kim)