TPAS Pasir Sembung Kelebihan Muatan Sampah.

Penumpukan Sampah TPAS Pasir Sembung yang berada di Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku. Foto : Dokumentasi DLH Kabupaten Cianjur

RADARCIANJUR.com- Tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Pasir Sembung Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku diperkirakan dalam dua tahun kedepan akan membuat kebingungan masyarakat di Kabupaten Cianjur.

Pasalnya kapasitas TPAS Pasir Sembung dengan luas lahan sebanyak 6,5 hektare dengan zona aktif 3,5 hektare diperkirakan tidak dapat menampung lagi sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas masyarakat.

Kepala Seksi (Kasi) Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur Dian membenarkan, kapasitas lahan di TPAS Pasir Sembung saat ini sudah melebihi kapasitas.

“Lahannya sudah melebihi kapasitas, diperkirakan dua tahun lagi tidak akan mampu menampung sampah,”katanya kepada Radar Cianjur.

Saat ini penumpukan volume sampah di Pasir sembung sudah cukup tinggi seiring banyaknya sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.

“Sekarang saja penumpukan sampah luasnya sudah mencapai 7 hektare dengan ketinggian 17 meter dengan perkiraan sampah sebanyak 420.000 ton,”ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya akan mengantisipasi ketersediaan lahan untuk pembuangan sampah dengan membuat TPAS baru.

“Pemkab Cianjur sedang mengkaji lahan yang rencananya akan dijadikan sebagai TPAS baru di Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon. Karena itu dipandang perlu memindahkan TPAS ke tempat yang lebih layak dan luas,”ungkapnya.

Sementara itu permasalahan TPAS Pasir Sembung dinilai aktivitas lingkungan Zero waste Kabupaten Cianjur Sandi Mulyadi, akibat dari aturan regulasi pemerintah Kabupaten Cianjur dengan pola lempar atau tumpuk sampah dinilai tidak efektif untuk mengatasi masalah sampah.

“TPAS pasir sembung saat ini memang secara aturan regulasi yang ada pola nya masih open dumping dalam artian lempar atau tumpuk sampah begitu saja, tidak ada pemilahan sampah dari sumbernya. Padahal regulasi yang ada yang tertuang pada UU no 18 tahun 2008 pengelolaan sampah di TPA itu ada sanitary lenfild dan control landfild bagaimana sampah limbah metan dan cairan lindi ini terpola, tersistem dan tertata,”tuturnya.

Sandi menjelaskan, penumpukan sampah yang terjadi saat ini di TPAS Pasir Sembung sampai pada titik overload (kelebihan muatan: Red) diakibatkan berbagai faktor.

“Ini harus di urai sedikit-sedikit dan tentunya tidak hanya melibatkan satu pihak terkait melainkan semua peran masyarakat dan seluruh lintas sektoral yang ada saat ini,”tandasnya. (byu)