Imbas Pandemi, Penghasilan Petani Kopi di Pacet Anjlok

Para pegiat kopi tengah membersihkan kopi hasil panen dari para petani di kawasan Sarongge, Pacet. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Sepanjang pandemi Covid-19 yang ditambah dengan penerapan PPKM mikro darurat, hampir seluruh leading sektor mengalami imbas yang begitu memilukan. Termasuk dari sektor pertanian.

Salah satunya terjadi pada petani kopi di wilayah Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Akibat pandemi yang diperparah dengan pengetatan PPKM kemarin, penghasilannya anjlok hingga 75 persen.

“Jadi karena kemarin sempat ada pengetatan PPKM, pendistribusian kopi pun sempat terhambat. Makanya penghasilan juga berkurang hingga 75 persen,” kata salah seorang petani kopi, Ma’mun di pabrik kopi di Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Pacet, kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, biasanya pembeli kopi dari kawasan Sarongge ini adalah pemilik kedai di luar kota. Meskipun dari Cianjur juga ada.

“Jalur di beberapa daerah kan banyak yang ditutup, termasuk di Jakartan. Makanya tak heran kalau pendistribusian jadi terhambat,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk konsumen di Kabupaten Cianjur sendiri, menurutnya, belum begitu banyak yang order, karena mungkin masih di masa pandemi Covid-19 terlebih perpanjangan PPKM saat ini.

“Mungkin kebanyakan dari mereka justru lebih memilih untuk menghabiskan stok. Karena penjualannya pun berkurang,” ujarnya.

Terpisah, Seorang Pakar dan Pengamat Kopi Cianjur, Mulki menambahkan, tak begitu intens nya warga Cianjur dalam membeli kopi asli lokal, dimungkinkan karena kebanyakan pemilik kedai di Cianjur ini justru lebih membeli kopinya dalam partai besar.

“Kondisi sekarang memang agak sukar menjual kopi, karena memang mungkin stoknya juga yang masih banyak. Makanya pantas saja kalau penghasilan petani kopi ini menurun,” kata dia. (dan)