Sasar Pelosok, Polres Cianjur Sebar Paket Sembako Libatkan Mahasiswa

Polres Cianjur gandeng mahasiswa salurkan bansos untuk warga di pelosok terdampak PPKM Darurat

CIANJUR-Sebanyak 500 paket sembako disebar Polres Cianjur dengan menyasar masyarakat terdampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dengan menggandeng sejumlah organisasi Mahasiswa dari sejumlah universitas.

Ini dimaksudkan agar cakupan menjadi lebih luas sekaligus mengajak mahasiswa melihat langsung kondisi masyarkat terdampak.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai mengatakan, sasarannya yakni masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Yang belum mendapatkan bantuan itu sasaran kita khususnya di pedesaan yang tidak bekerja,” ujarnya, Selasa (27/7/20210).

Bantuan tersebut akan terus disalurkan kepada masyarakat yang memang membutuhkan sehingga terbantu.

“Terus akan kita lakukan dengan dibantu oleh polsek-polsek dalam penyalurannya juga menyasar masyarakat di desa-desa,” kata dia.

Dalam tatap muka tersebut, Rifai juga mengajak organisasi kemahasiswaan di Cianjur bersama-sama membagikan paket sembako kepada masyarakat secara door to door.

Kegiatan itu dihadiri BEM Universitas Suryakencana Cianjur, STAI Al-Azhary Cianjur, Universitas Putra Indonesia Cianjur, Universitas Terbuka Cianjur, STISNU Cianjur, STIT Al- Azami Cianjur, dan STAI Al-Ittihad Cianjur.

Dalam Kegiatan tersebut juga turut hadir Bupati Cianjur H. Herman Suherman, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Ganjar Ramadhan, Kajari Kabupaten Cianjur Ricky Tommy Hasiholan, Ketua MUI Kabupaten Cianjur dan unsur Forkompimda lainnya.

“Saya berharap bersama Forkopimda Kabupaten Cianjur dan BEM de-Kabupaten Cianjur agar sejalan membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Cianjur,” ajaknya.

Terkait vaksinasi Covid-19, Polres Cianjur hingga kini sudah memberikan sebanyak 15 ribu dosis kepada masyarakat.

Vaksinasi juga dilakukan bukan saja di Polres Cianjur atau polsek dan RS Bhayangkara, tapi juga kantor-kantor kecamatan.

“Hari ini kita sudah kurang lebih 15 ribu, setiap harinya 1.000-2.000 dosis,” tutur Rifai.

Selain vaksinasi, pihaknya memiliki vaksin stasioner dan mobile dengan fungsi turut bisa melakukan rapid antigen, penyuluhan dan bantuan sosial.

“Secara mobile pun ada, jadi tidak hanya terpusat. Selain itu bisa tes rapid antigen juga disana,” terangnya.

Reporter: Dede Ginanjar/Radar Cianjur/FJPP