Sekeluarga di Desa Bojong Alami Lumpuh

Pak Ece dan anaknya Muhammad Dedi yang mengalami lumpuh, tapi memiliki keinginan untuk membuka usaha demi menyambung hidup. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Satu keluarga di Kampung Perum RT 06/10, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur menderita lumpuh.

Ece (60) dan Muhamad Dedi (30) anaknya, kini harus tinggal berdua karena sang ibu Iin (50) telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Ece mengatakan, bahwa ia menderita lumpuh saat usia 30 tahun. Saat itu ia bekerja serabutan mengurus kerbau milik orang, namun harus mengalami musibah yang tak diduga karena terjatuh.

“Sejak itu kedua kaki saya tak bisa lagi digunakan untuk bekerja, lalu disusul oleh istri saya yang juga terjatuh dan sama-sama lumpuh,” kata Ece, Rabu (28/7/2021).

Berbeda dengan anaknya Muhamad Dedi. Ia diketahui lumpuh dari sejak kecil.

“Kami semua sudah berobat ke sana, ke sini, hingga rumah yang dulu nyaris ambruk karena untuk berobat kami sekeluarga, namun tak kunjung sembuh,” kata Ece.

Kendati rumah yang dulu hampir ambruk, namun anak bungsunya yang bernama Ai Atikah (28) rela membuatkan tempat tinggal di bagian belakang, meskipun hingga saat ini belum rampung semuanya karena terkendala biaya.

“Alhamdulillah meskipun Ai sudah menikah, tapi ia mau membangunkan rumah walupun belum beres juga,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia mengaku, sejumlah program bantuan yang digulirkan pemerintah kepadanya belum sepenuhnya diterima. Meski, beberapa sempat menerima, tapi itupun hanya tiga kali.

“Sempat ada bantuan beras tiga kali namun sekarang tak ada lagi,” kata Ece.

Lebih lanjut ia mengaku, setiap harinya ia dan sang anak masih harus membeli obat warung karena sakit kakinya itu sering kumat.

“Kalau lagi ingin keluar saya gunakan tongkat kayu buatan saya itu,” kata Ece sambil menunjuk ke arah pintu.

Di sisi lain, Muhamad Dedi (30) sang anak yang juga ikut mengalami kelumpuhan justru memiliki cita-cita yang mulia.

Ia berkeinginan untuk membuka warung agar bisa beraktivitas dan bisa membantu menghidupi sang ayah.

“Saya ga kemana-mana pa, sempat usaha sol sepatu tapi hanya sebentar. Pengennya sih ngebuka warung kecil-kecilan kalau ada modalnya,” kata Dedi.

Dedi berujar cita-citanya untuk membuka warung sudah lama ia dambakan, namun apa daya sehari-hari ia hanya diam di rumah bersama ayahnya.

“Alhamdulillah sih kalau untuk makan dan lainnya, kami berdua masih bisa mengandalkan adik saya Ai Siti yang sudah menikah tadi,” pungkasnya. (dan)