Warga Desa Terjauh Dapatkan Vaksin 20 Kilometer Naik Bentor

Warga Desa Jatiasih, Kecamatan Sindangbarang menempuh 20 kilometer dengan menggunakan becak motor untuk mendapatkan vaksinasi-di Puskesmas

CIANJUR-Warga Desa Jatisari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, tak seberuntung warga lain yang bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 dengan cukup mudah.

Untuk bisa mendapatkan satu dosis suntik vaksin, warga terpaksa harus menempuh perjalanan lebih dari 20 kilometer untuk bisa sampai ke puskesmas terdekat.

Kondisi tersebut terjadi lantaran letak desa mereka adalah yang terjauh dibanding desa lainnya.

Itu sebagaimana terjadi dalam vaksinasi yang digelar di Puskesmas Sindangbarang, pada Sabtu (26/8/2021) kemarin.

Selain jarak yang cukup jauh, moda transportasi juga menjadi kendala lain yang harus diterima warga setempat.

“Enggak ada angkot. Mobil juga jarang yang lewat, apalagi sampai masuk ke dalam kampung-kampung enggak ada sama sekali,” tutur Rahmat (54), salah seorang desa setempat.

Kendati demikian, kondisi itu tak menyurutkan antusias warga untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Maka, mau tidak mau, becak motor alias cator lah yang menjadi solusi paling tepat untuk bisa digunakan agar sampai ke Puskesmas Sindarngbarang.

Cator adalah motor roda tiga dengan bak terbuka di bagian belakangnya yang dilengkapi penutup di bagian atas.

Alat transportasi ini pula yang selama ini diandalkan warga setempat secara massal, untuk menempuh perjalanan.

“Adanya cuma cator itu, enggak ada yang lain. Makanya waktu dengar ada vaksin, warga langsung pada daftar ke kantor desa,” ungkap Rahmat.

Atusias warga Desa Jatisari untuk mendapatkan vaksinasi ini memang layak diacungi jempol.

Untuk mengakali agar tidak telat dari jadwal vaksin yang dilaksanakan, warga memilih berangkat lebih awal.

“Kan mulainya jam 8 pagi, warga sudah siap kumpul di balai desa jam 6 pagi. Dari pada nanti telat,” tutur Sri (65), warga lainnya.

Warga yang kebanyakan lansia itu pun tak keberatan dengan menumpangi cator.

Bagi mereka, lebih penting bisa mendapatkan vaksin meski cukup melelahkan karena duduk berhimpitan di bak belakang cator, ditambah jarak yang cukup jauh.

“Pokoknya yang penting bisa dapat vaksin Covid-19. Mau capek seperti apa juga enggak masalah. Pulang pergi 40 kilometer, ikhlas demi vaksin,” ungkapnya.

Sementara, Sekdes Jatiasih, Wahyu Suhada mengakui, akses keluar-masuk desanya memang cukup minim. Ditambah kondisi sejumlah jalan akses yang rusak parah.

Akan tetapi, warga memang memiliki antusias yang tinggi untuk bisa mengikuti vaksinasi yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-75 itu.

“Kita kan dapat pengumuman satu hari sebelumnya. Jadi sosialisasinya juga cuma sebentar. Pas sudah diumumkan itu warga langsung berdatangan mendaftar ke kantor desa,” bebernya.

Bahkan, sebelum ia ikut mengawal keberangkatan sejumlah warga itu, sejumlah warga lainnya juga masih terus berdatangan ke kantor desa.

“Maunya ikut juga, tapi karena transportasi terbatas, jadi terpaksa sebagian ditinggal,” sambung Wahyu.

Pihaknya pun sangat mengapresiasi antusias tinggi warga untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

“Alhamdulilah, masyarakat juga sudah sadah bahwa vaksinasi ini memang penting untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” tuturnya.

Kapolsek Sindangbarang, AKP Muhaimin menambahkan, untuk vaksinasi di Puskesmas Sindangbarang itu, disediakan lebih dari 150 dosis vaksin.

Namun karena antusias warga yang tinggi, pihaknya menyiapkan empat kali lipat dosis.

“Untuk Sindangbarang ini kita siapkan 600 lebih dosis vaksin, karena antusias warga cukup tinggi,” paparnya.

Kendati demikian, Muhaimin memastikan, warga yang belum mendapatkan vaksin akan dilayani kemudian.

Sebab, vaksinasi juga akan dilakukan di kantor-kantor desa agar bisa menjangkau warga lebih banyak.

“Sudah disiapkan, jadi mohon masyarakat bersabar,” tandasnya.

Reporter: Dede Ginanjar/Radar Cianjur/FJPP