Korban Phising Mulai Resah, Diteror Hingga Ditagih Hutang Pinjol

Ilustrasi : Techopedia

RADARCIANJUR.com- Kasus pinjaman online (pinjol) di Kabupaten Cianjur sudah bermunculan korban. Masyarakat yang terjerat lintah digital ini sama sekali tidak pernah melakukan transaksi digital dengan meminjam. Tentu hal tersebut membuat masyarakat resah dan terganggu.

Salah satu masyarakat Kecamatan Mande yang enggan disebutkan namanya menuturkan, sebelumnya memang dirinya mendapatkan informasi rekannya menjadi korban. Namun tak berselang lama, dirinya mendapatkan pesan adanya tagihan pinjaman yang mengatasnamakan dirinya.

“Saya sama sekali enggak pernah melakukan proses transaksi pinjol, ini tiba-tiba ada pesan ke saya dan istri ada tagihan cukup besar,” ujarnya.

Dirinya pun mengacuhkan pesan tersebut dan sudah menyebarkan informasi kepada kontak di ponselnya bahwa ia tidak merasa melakukan pinjaman. Saat ini pun, pesan penagihan masih tetap diterimanya.

“Dibiarin aja sama saya, saya informasikan ke semua kontak yang ada di ponsel bahwa saya tidak ada sangkut pautnya dengan hal tersebut,” tegasnya.

Kondisi tersebut pun ditanggapi Humas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional II Jawa Barat, Iswahyudi, pihaknya meminta masyarakat agar tidak mudah melakukan transaksi digital tanpa mengetahui secara jelas perusahaannya terdaftar atau tidak di OJK.

“Lebih teliti sebelum bertransaksi, sehingga jangan sampai menjadi korban pinjol ilegal,” paparnya.

Jika korban atau masyarakat tidak merasa bertransaksi diminta untuk melaporkan kepada pihak kepolisian atau satgas investasi yang ada di OJK atau melalui laman website OJK.

“Nantinya laporan tersebut akan disampaikan ke Kemenkominfo, pelaku bisa dijerat UU ITE dikarenakan menggunakan data pribadi masyarakat untuk kepentingan yang tidak baik,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya mengimbau, masyarakat harus berhati-hati jika ada yang meminjam KTP tanpa alasan yang jelas, hal tersebut bisa berbahaya. Perusahaan pinjol pun bisa terancam ditutup dan dibawa ke meja hijau. (kim)