Mulai Rp10 Ribu, Ayo Donasi Oksigen Gratis untuk Anak Negeri Lewat KitaBisa.com

RADARCIANJUR.COM – Melonjaknya kasus positif Covid-19 di Indonesia membuat kebutuhan tabung oksigen untuk pasien Covid-19 ikut melonjak.

Di mana-mana, terjadi antrean panjang keluarga pasien untuk mengisi ulang tabung oksigen.

Bahkan, tidak sedikit cerita sedih dan memmilukan pasien yang akhirnya meninggal dunia karena tak mendapatkan oksigen.

Ironisnya, ada saja pihak-pihak yang mengambil keuntungan.

Mulai dari menaikkan harga sampai berkali lipat, sampai tega memalsukan isi tabung dengan berbagai cara.

Merespon kondisi tersebut, Gerakan Anak Negeri (GAN) berinisiatif menyediakan oksigen gratis bagi pasien Covid-19.

Baik yang tengah menjalani perawatan di rumah-rumah sakit ataupun isolasi mandiri di rumah.

Oksigen tersebut bisa didapatkan secara gratis tanpa dipungut uang sepeser pun.

GAN juga mengajak masyarakat untuk bahu membahu dan menyisihkan sedikit rejeki untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen.

Donasi itu bisa disalurkan melalui https://kitabisa.com/campaign/oksigengratis

“Halo anak negeri, kami mengajak kalian semua turut bahu membahu menolong penyintas Covid-19 dan penderita penyakit lainnya yang membutuhkan oksigen yang sulit didapat,” tulisnya dalam laman tersebut.

Ini dilakukan dalam rangka gerakan kemanusiaan sekaligus menggalang dana untuk memperluas dan memperbanyak penerima manfaat oksigen gratis.

“Aksi ini sudah berlangsung sejak 7 Juli 2021. Dalam perjalanannya, banyak permohonan oksigen sehingga kami memutuskan untuk terus memberikan oksigen gratis bagi warga yang membutuhkan,” sambungnya.

Klik tautan Gerakan Anak Negeri ini untuk memberikan donasi oksigen gratis bagi pasien Covid-19.

Permintaan Makin Banyak

CEO Radar Bogor, Hazairin Sitepu menginisiasi gerakan ini karena prihatin melihat sejumlah rumah sakit yang kekurangan stok oksigen.

GAN telah mendistribusikan tabung oksigen ke sejumlah rumah sakit, seperti RSUD Kota Bogor, RS Ummi, dan RS Bhayangkara Brimob Klapa Dua Depok.

GAN juga menyediakan oksigen di Graha Pena Bogor untuk masyarakat umum yang keluarganya terinfeksi Covid-19.

“Pasien-pasien Covid yang membutuhkan oksigen, datanglah ke kami, Gerakan Anak Negeri, tempatnya di Graha Pena Taman Yasmin Bogor,” ucap Hazairin.

GAN bertekad melayani kebutuhan oksigen keluarga pasien Covid-19 hingga sembuh.

“Kami terus siap melayani bapak ibu sampai sembuh, sampai kebutuhan bapak ibu terpenuhi,” ucapnya.

Permintaan oksigen dari keluarga pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri cukup tinggi.

“Hari-hari ini kami melayani rata-rata di atas 70 pasien per hari. Kami bisa meningkatkan sampai di atas 100 per hari,” beber Hazairin.

“Tidak usah ragu-ragu datang, ini gratis, tidak dipungut bayaran apapun,” tegas Hazairin.

Keluarga pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen cukup datang dengan membawa tabung kosong, surat keterangan positif Covid-19 dan KTP.

“Bapak ibu datang membawa tabung kosong, membawa surat keterangan positif Covid-19, dan KTP sebagai tanda bukti penduduk di mana bapak ibu berada,” jelas Haziairn.

“Kami selalu mendoakan semoga bapak ibu lekas sembuh. Salam sehat dari kami dari gerakan anak negeri,” sambungnya.

Tetap Dispilin Prokes
Hazairin mengingatkan agar keluarga pasien yang datang ke Graha Pena agar tetap mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Gerakan Anak Negeri untuk kemanusiaan, ayo bersama-sama dengan saya, dengan teman-teman yang saat ini berada dalam tim saya, bergerak membantu menyelamatkan sahabat-sahabat kita, teman-teman kita yang sedang menderita Covid-19,” jelas Hazairin.

Tim Gerakan Anak Negeri beberapa kali mengalami hambatan karena sumber pengisian oksigen yang belum teratasi.

“Bahan baku di sumber pengisian belum teratasi karena banyaknya yang membutuhkan oksigen,” kata mantan Ketua Dewan Pengawas TVRI itu.

Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan langkah tim Gerakan Anak Negeri untuk terus mengupayakan pengisian tabung oksigen.

“Kita mendapat permintaan yang luar biasa. Karena ini, kami lebih melayani pasien-pasien kritis, yang jaraknya dekat,” tandas pria yang akrab disapa Bang HS ini. (may/ps)