BST Rp600 Ribu untuk Masyarakat Cianjur Dipotong, Oknum Koordinator Berdalih untuk Transport

RADARCIANJUR.com- Pemotongan dana bantuan sosial tunai (BST) terjadi di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kampung Bungur Sarang Rt 4 Rw 1 Desa Mulyasari Kecamatan Agrabinta pada Rabu (28/7). Seharusnya bantuan diterima keluarga penerima manfaat (KPM) pada Kamis (29/7), namun oleh oknum koordinator diambil lebih awal satu hari.

KPM yang berjumlah kurang lebih 90 kepala keluarga seharusnya menerima utuh sebesar Rp600 ribu, hanya mendapatkan uang tunai sebesar Rp400 ribu dan beras 10 kilogram. Pemotongan tersebut beralasan untuk biaya transportasi.

Salah satu narasumber setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bantuan seharusnya diterima pada Kamis, namun dipercepat tanpa ada alasan yang jelas.

“Seharusnya diambilnya itu Kamis, ini hari Rabu sudah diambil, bahkan uang yang harus diterima sebesar Rp600 ribu malah dipotong Rp200 ribu dan alasannya untuk transportasi,” ujarnya.

Bahkan, KPM pun diminta bungkam agar tidak bercerita mengenai pemotongan tersebut, sehingga ketika ada yang menanyakan mengenai bantuan tersebut agar mengatakan bahwa bantuan tersebut diterima utuh.

“Disuruh bilang utuh, padahal itu dipotong Rp200 ribu,” ungkapnya.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai menegaskan, jika adanya temuan pemotongan, pihaknya meminta agar melaporkan kepada pihak kepolisian agar bisa ditindaklanjuti.

“Yang namanya bantuan itu harus diterima utuh oleh masyarakat. Jika masyarakat ada yang merasa dipotong (bantuan, red) agar melaporkan kepada kita dan kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Lanjutnya, pemotongan bantuan tersebut, bisa terancam sanksi pidana yakni Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Di sisi lain, Bupati Cianjur, Herman Suherman menyayangkan adanya pemotongan bantuan sosial tersebut. Terlebih saat ini kondisi masyarakat tengah kesulitan saat pandemi ini.

Dirinya pun meminta kepada masyarakat agar datang dengan menyertakan bukti-bukti pemotongan dan akan ditindaklanjuti.

“Cepat itu laporkan dan beserta data-datanya, kita akan tindaklanjuti dengan cepat. Pokoknya secepatnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Mulyasari, Ade Rustandi mengungkapkan, dirinya belum mengetahui kejadian tersebut dan akan menyelidiki kejadian tersebut.

“Enggak tahu saya, nanti coba saya cari tahu dulu untuk ditindaklanjuti,” singkatnya melalui sambungan telepon. (kim)