Belasan Karyawan PT CAU ‘Curhat’ ke Komisi D

DISKUSI: Pemecatan sepihak oleh PT Cianjur Alam Utama (CAU) kepada belasan karyawannya menuai permasalahan dan disoroti DPRD Kabupaten Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Belasan pekerja pabrik di PT Cianjur Alam Utama (CAU) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur. Kedatangan tersebut untuk menyampaikan curahan hati (curhat) mengenai pemecatan sepihak yang dilakukan perusahaan tanpa adanya pesangon yang sesuai.

Dari informasi terhimpun, PT CAU melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak kepada 11 buruh yang menggelar aksi damai. Padahal, para buruh itu sudah bersurat kepada manajemen perusahaan.

Ketua SPN Kabupaten Cianjur Hendra Malik mengatakan, beberapa bulan sebelumnya pihaknya sudah beraudiensi di Pendopo Cianjur namun PT CAU tidak hadir.

“Sehingga belum ada titik temu hingga akhrnya kemarin ada PHK sepihak pada 11 anggota SPN di PT CAU,” ujarnya.

Pihaknya pun mendatangi Komisi D DPRD Cianjur agar bisa dipertemukan dengan PT CAU. Hendra menyebut, pihaknya ingin menciptakan hubungan industrial yang baik.

“Kami tidak terus melakukan aksi damai karena kondisi negara kita sesang seperti ini terus ada PPKM sehingga kami menghargai dan kami berharap pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten tidak lalai terhadap hak buruh yang dikebiri perusahaan,” terangnya.

Buruh yang menggelar aksi damai terhadap PT CAU pun tidak bertemu dengan manajemen perusahaan. Namun, malah ‘dihadiahi’ surat PHK.

“Dan sebenarnya temen-temen 11 orang itu sudah mengirimkan surat penolakan terhadap PHK itu karena kalau kita pandang perusahaan ini anti serikat pekerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Cianjur, Sahli Saidi menjelaskan, pekan lalu pihaknya sudah menggelar sidak ke PT CAU untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Minggu yang lalu kita sudah sidak ke PT CAU kami menanyakan masalah PHK katanya belum ada surat penolakan tapi ketika bertemu dengan SPN ternyata sudah ada,” paparnya.

Dengan demikian, pihaknya mengundang PT CAU dan Dinas Tenaga Kerja dan Transimgrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur pada 4 Agustus 2021 mendatang untuk menyelesaikan masalah ini.

“Makanya nanti tanggal 4 insya Allah kita ada pertemuan dengan PT CAU dan dianaker. Perusahaan harus datang,” tegasnya.

Mengenai pesangon, Sahli mengatakan, 11 buruh yang di-PHK belum mendapatkannya. Meskipun, perusahaan dikabarkan menjanjikan pesangon.

“Katanya udah tapi belum cair, alasannya apa, karena sudah berbulan-bulan. Sampai sekarang belum berarti PT CAU tidak bertanggung jawab,” tutupnya. (kim)