Kapolsek Mande Beri Bantuan Keluarga Lumpuh di Desa Bobojong

Keluarga di Desa Bobojong, Kecamatan Mande yang mengalami lumpuh diberi bantuan oleh kepolisian setempat. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Kapolsek Mande Iptu Dadeng memberikan langsung bantuan dua pasang tongkat, sekaligus sembako dan uang tunai untuk keluarga yang menderita lumpuh di Kampung Perum RT 06/10, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.

“Semoga bermanfaat pa. Untuk ke depannya saya sudah berkoordinasi dengan pihak desa agar keluarga pa Ece ini mendapatkan bantuan rutin,” ujar Kapolsek secara singkat usai memberikan bantuan belum lama ini.

Sebelumnya diberitakan, satu keluarga yakni Ece (60) dan Muhamad Dedi (30) anaknya mengalami lumpuh dan harus tinggal berdua karena sang ibu Iin (50) telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Ece mengaku, lumpuh yang dideritanya hingga kini telah dialami saat usia 30 tahun. Kala itu ia bekerja serabutan mengurus kerbau milik orang, namun harus mengalami musibah yang tak diduga karena terjatuh.

“Sejak itu kedua kaki saya tak bisa lagi digunakan untuk bekerja, lalu disusul oleh istri saya yang juga terjatuh dan sama-sama lumpuh,” kata Ece.

Berbeda dengan anaknya Muhamad Dedi. Ia diketahui lumpuh dari sejak kecil.

“Kami semua sudah berobat ke sana, ke sini, hingga rumah yang dulu nyaris ambruk karena untuk berobat kami sekeluarga, namun tak kunjung sembuh,” kata Ece.

Kendati rumah yang dulu hampir ambruk, namun anak bungsunya yang bernama Ai Atikah (28) rela membuatkan tempat tinggal di bagian belakang, meskipun hingga saat ini belum rampung semuanya karena terkendala biaya.

“Alhamdulillah meskipun Ai sudah menikah, tapi ia mau membangunkan rumah walupun belum beres juga,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia mengaku, sejumlah program bantuan yang digulirkan pemerintah kepadanya belum sepenuhnya diterima. Meski, beberapa sempat menerima, tapi itupun hanya tiga kali.

“Sempat ada bantuan beras tiga kali namun sekarang tak ada lagi,” kata Ece.

Lebih lanjut ia mengaku, setiap harinya ia dan sang anak masih harus membeli obat warung karena sakit kakinya itu sering kumat.

“Kalau lagi ingin keluar saya gunakan tongkat kayu buatan saya itu,” kata Ece sambil menunjuk ke arah pintu.

Di sisi lain, Muhamad Dedi (30) sang anak yang juga ikut mengalami kelumpuhan justru memiliki cita-cita yang mulia.

Ia berkeinginan untuk membuka warung agar bisa beraktivitas dan bisa membantu menghidupi sang ayah.

“Saya ga kemana-mana pa, sempat usaha sol sepatu tapi hanya sebentar. Pengennya sih ngebuka warung kecil-kecilan kalau ada modalnya,” kata Dedi. (dan)