Lakukan Penipuan, Oknum Guru Modus Janjikan Keuntungan

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com -Ada-ada saja oknum guru berinisial SR (50). Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Desa Hegarmanah Kecamatan Karangtengah melakukan tindakan penipuan.

Penipuan yang dilakukan SR dengan menjanjikan keuntungan bisnis kepada korban yang bernama ASM (40) yang juga berstatus PNS di salah satu instansi di Kabupaten Cianjur.

Awalnya SR meminjam uang sebesar Rp50 juta secara bertahap kepada ASM dengan modus bisnis bagi hasil pada tahun 2017. Bahkan SR akan memberikan keuntungan laba penghasilan. Namun bukan untung yang didapat, SR malah hilang dan memblokir kontak nomor telepon ASM.

M Fahmi Abdul Wahab kuasa hukum ASM mengatakan, kliennya tersebut telah dijanjikan penghasilan, namun kenyataannya hanya menerima selama 6 kali dengan jumlah yang tak menentu.

“Terakhir ngasih keuntungan itu setahun yang lalu pada tahun 2020, itupun hanya Rp100 ribu, kemudian kontak hp ASM ia blokir. Selama 6 kali memberi keuntungan pertama Rp500 ribu, kedua Rp300 ribu, kemudian Rp200 ribu dan ke sini makin kecil kemudian saudara SR itu hilang tidak ada kabar,” katanya.

Karena kesal, kemudian ASM melakukan pengecekan kepada salah satu toko baja ringan yang diklaim milik SR, namun mendapati toko tersebut ternyata milik orang lain. “Setelah dicek ternyata perusahaan baja ringan di daerah Maleber yang diklaim oleh SR milik orang lain,” terangnya.

Menurut Fahmi berbagai upaya telah dilakukan ASM untuk meminta kejelasan kepada SR agar mengembalikan uang yang telah ia pinjam. “Kami sudah mendatangi rumah orangtuanya, namun keluarganya menutupi, kemudian kita datangi tempatnya bekerja dan Dinas terkait,” ujarnya.

Setelah mendatangi Dinas Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pihaknya akhirnya dapat bertemu dengan SR, untuk melakukan perundingan tentang permasalahan tersebut. “Kami akhirnya dapat mengadakan kegiatan musyawarah di rumah saya dengan saudara SR,” ungkapnya.

Pada musyawarah tersebut pihaknya meminta jalan keluar pembayaran uang yang dipinjam SR. “Kami belum menempuh jalur hukum dan menyarankan kepada SR jika tidak mempunyai uang untuk memotong dari dana sertifikasi guru dan itu sudah kami sampaikan kepada Dinas terkait,” bebernya.

Sementara itu dikonfirmasi Radar Cianjur, Yusef Bratakusuma Staf Bidang SD Pengajuan Sertifikasi Disdikbud Kabupaten Cianjur enggan berbicara banyak perihal permasalahan tersebut. “Bagaimana apakah sudah ada konfirmasi kepada sodara SR,” singkatnya.

Terpisah, SR membenarkan telah menerima sejumlah uang dari ASM. “Yah betul saya telah menerima uang tersebut pada tahun 2017,” ucapnya.

Namun SR membantah jumlah uang sesuai kwitansi bukti perjanjian dengan ASM dan menyebut hanya meminjam tanpa adanya perjanjian bisnis. “Saya hanya pinjam Rp20 juta, itupun hanya pinjaman tanpa perjanjian usaha bersama,” kilahnya.

Selain itu SR enggan membayar uang kepada ASM dengan cara memotong uang sertifikasi guru. “Saya tidak mau untuk membayar dengan cara memotong gaji sertifikasi saya,” tandasnya.(byu)