Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang Terhenti

RADARCIANJUR.com – Tempat wisata sejarah Situs Megalitikum Gunung Padang saat ini terdampak akibat pandemi Covid-19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal tersebut berdampak pada beberapa penataan fasilitas penunjang ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana mengatakan, untuk penutupan Situs Gunung Padang sudah ditutup dari 3 Juli 2021.

“Karena aturan, plangnya kan ditutup jadi mereka (wisatawan) pada pulang kembali,” katanya.

Nanang mengatakan, jumlah pengunjung lokal maupun sebelum adanya PPKM terhitung banyak

“Wisatawan asing selama satu tahun setengah terakhir pernah ada, tapi mereka orang turis yang sudah lama di Indonesia,” ungkapnya.

Akibat dari penutupan situs megalitikum Gunung Padang berdampak pada minimnya sejumlah biaya pemugaran.

“Dampak pandemi juga ada penataan yang tertunda. Jadi penataan yang awalnya pemerintah mau mengadakan pemugaran cagar budaya ada penataan, otomatis di cancel dulu, atau tidak dilanjutkan,”tuturnya.

Menurut Nanang, pihaknya telah memiliki rencana pemugaran di lantai 4 dan 5 agar semakin menarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata tersebut.

“Jika dilakukan pemugaran bakal menjadi daya tarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Rencananya pemugaran akan dilakukan di lantai 4 dan lantai 5 gunung Padang,”terangnya.

Ia berharap, pendemi Covid 19 dan PPKM cepat berakhir karena sangat berdampak kepada mata pencaharian masyarakat sekitar.

“Semoga saja nanti setelah pandemi selesai nanti justru wisatawan bisa bertambah banyak, penataan nanti bakalan berjalan sendirinya. Karena penataan sangat penting untuk membantu atau menyetabilkan keaslian situs cagar budaya,”tandasnya (byu).