Sudah Kena PPKM, Travel Gelap Masih Saja Beroperasi di Cianjur

TERPARKIR: Terlihat belasan angkutan umum masih menanti penumpang di Terminal Pasirhayam Kecamatan Cilaku. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Cianjur sedikit diperlonggar, mengingat Cianjur masuk dalam kategori level 3. Namun, tidak semua menikmati kelonggaran pembatasan tersebut. Seperti yang dialami oleh supir angkutan umum yang berada di Terminal Pasirhayam Kecamatan Cilaku.

Meski kondisi diperlonggar, tapi tidak sama sekali berpengaruh pada sektor angkutan. Justru kondisi sama seperti PPKM darurat. Tak banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum khususnya yang ke wilayah Selatan Cianjur.

Kondisi diperparah dengan masih maraknya travel gelap yang beroperasi, sehingga para supir khususnya angkutan ke wilayah Selatan semakin sepi.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Cianjur, Dede mengatakan, bukan hanya karena PPKM kondisi penumpang berkurang, namun masih didapatinya travel gelap berkeliaran.

“Pada saat PPKM darurat kita tidak operasi, itu dimanfaatkan oleh travel gelap, tapi saat sudah diperlonggar, masih saja beroperasi. Jadi bukan hanya karena PPKM,” ujarnya.

Pihaknya pun meminta kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten untuk bisa menyikapi permasalahan tersebut. Sehingga ada tindakan nyata di tengah kondisi seperti saat ini.

“Kami meminta kepada dinas terkait untuk bisa tegas dan juga benar-benar menanggapi permasalahan klasik ini, jangan sampai terus-terusan didiamkan travel gelap yang merugikan supir khususnya angkutan ke Selatan,” jelasnya.

Di sisi lain, Supir Bus Antar Kota, Ahok mengeluhkan kondisi kosongnya penumpang saat ini. Saat ini, kurang dari 50 persen penumpang bus.

“Sekarang 50 persen saja sudah syukur, sekarang rata-rata kurang dari 50 persen,” ungkapnya.

Bahkan, biasnya ia menunggu penumpang hanya dalam waktu 15 menit. Namun di saat kondisi seperti ini, bisa lebih dari setengah jam.

“Sekarang nunggu penumpang aja bisa lebih dari setengah jam. Sampai satu jam aja bisa, makanya terasa sekali kondisinya,” tuturnya.

Dirinya pun berharap, kondisi saat ini bisa cepat berlalu dan kembali normal seperti biasanya. Sehingga keadaan transportasi di Kabupaten Cianjur dapat hidup kembali. (kim)