Truk Pengangkut Keramik Tabrak Dua Kendaraan dan Satu Warga

RADARCIANJUR.com – Diduga tak kuat menahan beban angkut hingga akhirnya rem blong, truk pengangkut keramik oleng dan menabrak dua kendaraan di depannya serta seorang warga di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Kampung Ciloto, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Senin (2/8/2021).

Kepala Desa Ciloto, Marwan saat ditemui radarcianjur.com di lokasi kejadian menuturkan, awal mula truk bak terbuka itu mengalami kecelakaan maut terjadi sekitar pukul 08.00 Wib. Kala itu truk bernomor polisi B 9637 NDA melaju dari arah Bogor menuju Cipanas.

Namun, lanjutnya, saat di Kampung Ciloto, diduga kendaraan tak kuat menahan beban hingga rem truk kemungkinan blong, yang kemudian sempat menabrak beberapa kendaraan di depannya dan seorang warga. Hingga akhirnya terguling di kiri jalan menuju Cianjur kota.

“Memang kalau dilihat truk baknya seperti yang biasa-biasa saja aman. Tapi mungkin karena beban keramik cukup besar, kemungkinan remnya juga blong. Kemudian sopir hilang kendali dan akhirnya menabrak dua kendaraan lain. Termasuk satu warga Ciloto yang hendak ke kebun ikut terserempet dan tergilas hingga wafat di tempat,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, terdapat dua orang dalam truk pengangkut keramik itu. Yakni sopir dan kernet. Menurut Marwan, keduanya selamat dan telah dievakuasi ke RSUD Cimacan untuk mendapatkan penanganan medis.

“Jadi di dalam truk itu ada sopir dan kernet. Alhamdulillah keduanya itu saat dibawa ke RSUD Cimacan dengan Ambulans desa selamat. Mungkin mengalami luka-luka, dan telah ditangani tim medis di sana,” kata dia.

Pasca kejadian tersebut, tim derek berupaya bersama warga sekitar mengevakuasi bangkai truk naas itu hingga beberapa waktu cukup lama.

“Setelah kejadian, tak lama petugas derek dan kepolisian setempat datang. Kemudian mengevakuasi kendaraan serta para korban,” ujarnya.

Bahkan, menurut pantauan di lapangan, kendaraan di kedua arah sempat tersendat saat evakuasi truk berlangsung. Namun sejumlah petugas kepolisian berusaha mengatur lalulintas hingga dilakukan sistem buka tutup jalur.

Setelah lebih dari satu jam, akhirnya kendaraan naas itu bisa dievakuasi dan diamankan polisi sebagai barang bukti kecelakaan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. (dan)