Diduga Langgar Perda, Satpol PP Tertibkan PKL di Pacet

Trantib Kecamatan Pacet tengah menertibkan pedagang kaki lima yang melebihi batas berjualan ke trotoar. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Beberapa pedagang kaki lima (PKL) yang ada di jalur protokol Pacet ditertibkan petugas trantib Kecamatan Pacet, Senin (2/8/2021). Mereka ditertibkan karena diduga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cianjur.

Menurut informasi, petugas Satpol PP atau Trantib Pacet menyisir sejumlah ruas jalan protokol Pacet tepatnya di sekitar Desa Cipendawa, Ciherang, serta Gadog dan sekitarnya.

“Jadi kami menegakkan peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2019 tentang kebersihan, ketertiban dan keamanan atau K3. Makanya kami meminta kepada para pedagang agar dirapihkan atau ditertibkan sesuai aturan,” terang Kepala Seksi (Kasie) Trantib Kecamatan Pacet, Kadar Setiawan saat ditemui Selasa (3/8/2021).

Dari hasil pengawasan di lapangan, kata Kadar, mendapati beberapa PKL yang menjajakan dagangannya di atas trotoar di sejumlah jalur protokol Pacet.

“Jadi ada yang berjualan dengan menggunakan kios semi permanen atau kayu yang melebihi posisi dari yang seharusnya. Bahkan beberapa ada yang berjualan di trotoar,” ujarnya.

Dengan adanya hal itu, petugas kemudian mendata serta memberi imbauan dan arahan kepada para pedagang tersebut untuk segera merapihkan kembali dan memintanya untuk berdagang sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami hanya memberikan imbauan serta arahan saja dulu. Karena mereka (para pedagang) juga maklum serta mengerti aturan itu. Bahkan mereka dinilai kooperatif,” katanya.

“Jadi ketika kita mengetahui ada informasi itu, langsung mengecek ke lapangan dan mensosialisasikan aturan. Alhamdulillah mereka sadar dan tidak melawan,” tambahnya.

Selain itu, ia menyebut, di jalur protokol Cianjur khusus di kecamatan Pacet, para pedagang kaki lima, dinilai tak begitu banyak. Bahkan bisa disebut masih minim yang berjualan di trotoar.

“Alhamdulillah selama saya di Pacet gak terlalu banyak yang berjualan di trotoar. Walaupun beberapa juga sudah kita imbau dan diberi arahan agar taat aturan. Jadi tidak harus menunggu ditindak,” ujarnya.

Ia menambahkan, imbauan berupa surat menyurat pun terkait pelanggaran Perda, hampir belum pernah dilayangkan kepada para pedagang. Namun untuk teguran lisan yang langsung menuju ke lapangan itu memang hampir sering dilakukan.

“Kita hampir tidak pernah melayangkan. Tapi untuk imbauan secara lisan memang sering dilakukan. Itupun kita langsung ke lokasi yang memang diduga melanggar,” tutupnya. (dan)