BOR Turun, Kasus Covid di Cianjur Naik Terus

Ilustrasi Covid-19

RADARCIANJUR.com – Ada kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Cianjur. Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di ruang isolasi Covid-19 di tiga rumah sakit mengalami penurunan sejak satu pekan kemarin.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, menurunnya tingkat keterisian tempat tidur di ruang isolasi menjadi indikator bagus dalam penanganan COVID-19 di Kabupaten Cianjur.

Meskipun tingkat keterisian tempat mengalami penurunan, namun untuk tingkat kasus terkofirmasi positif virus Corona masih cukup tinggi. “Kami terus maksimalkan percepatan penanganan, utamanya dalam menekan penyebaran dan penularan virus COVID-19 di tengah masyarakat,” ujar Bupati.

Lanjutnya, untuk tingkat Keterisian tempat tidur di RSUD Sayang Cianjur saat ini mencapai 64 persen, RSUD Cimacan 40 persen, dan RSUD Pagelaran enam persen.
“Meskipun dalam perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Cianjur masih berada di level 3, tapi kami optimis Cianjur dapat segera berada di level 2 agar perekonomian dapat kembali hidup,” terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, sebelumnya secara keseluruhan tingkat keterisian tempat tidur di ruang isolasi COVID-19 di tiga rumah sakit milik Pemkab Cianjur berkisar di angka 87 persen.

Bahkan seluruh rumah sakit pemerintah ataupun swasta, telah diinstruksikan untuk kembali menambah tempat tidur jika tingkat keterisiannya telah penuh. “Sebelumnya untuk total seluruh bed, mulai dari IGD hingga ICU, BOR-nya masih 87 persen. Tapi saat ini sudah mulai ada penurunan dan diharapkan kondisi ini dapat terus dipertahankan,” paparnya.

Lanjut Yusman, untuk jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cianjur mencapai 11.168 orang dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 9.410 orang. “Sementara untuk pasien yang masih menjalani isolasi baik di rumah sakit ataupun pusat isolasi sebanyak 1.263 orang dan untuk kasus kematian akibat Covid-19 mencapai 277 orang,” tutupnya. (kim)