Budidaya Madu Trigona di Bojongkasih Jadi Andalan Saat Pandemi

BANYAK DIMINATI: Madu selain menjadi konsumsi masyarakat, bisa menjadikan sebagai penambah imun. (Foto Patriot Desa Bojongkasih For Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Budidaya lebah trigona menjadi primadona di masa pandemi virus corona atau Covid-19. Pasalnya, madu yang dihasilkan oleh lebah trigona merupakan bahan utama suplemen kesehatan yang banyak dikonsumsi masyarakat untuk memperkuat imunitas tubuh, seperti propolis dan bee polen. Kedua bahan tersebut, sudah banyak orang mengetahui dan merasakan manfaatnya.

Abdul Rosyid, warga Desa Bojongkasih Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur merupakan salah satu penggerak lokal desa yang bergerak di bidang peternakan lebah trigona. Ia mengatakan, budidaya lebah trigona mampu meningkatkan produktivitas selama pandemi Covid-19 sekaligus memberikan hasil keuntungan yang lumayan.

Awalnya budidaya madu Trigona ini sempat berhenti di tahun 2020, hal ini karena permintaan pasar yang kurang serta kurangnya dalam membuat konsep strategi bisnis.

“Alhamdulillah sekarang berjalan lagi terlebih ada dampingan dan dorongan serta motivasi dari Patriot Desa Bojongkasih yang sangat membantu baik dari segi pengembangan produk maupun segi pasar,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Patriot Desa Bojongkasih yang merupakan program unggulan Gubernur Jawa Barat ini sangatlah membantu sekali, terutama dalam penggalian dan pengembangan potensi serta produk desa.

“Usaha budidaya lebah trigona sangat mudah dan menguntungkan. Banyak kelebihan yang bisa kita dapatkan dari usaha budidaya lebah trigona ini,” terangnya.

Lanjutnya, jenis usaha ini hanya membutuhkan modal yang relatif sedikit. Selain itu, harga jual madu yang dihasilkan oleh lebah trigona juga lebih tinggi dibanding madu lebah lainnya.

“Sementara, tingkat permintaan pasar untuk madu lebah trigona atau klanceng, saat ini sangat tinggi, seperti permintaan dari Bandung sampai 15-20 kilogram perbulan. Tentunya, masih banyak lagi kelebihan lainnya dari budidaya lebah trigona,” jelasnya.

Abdul Rosyid sendiri bersama Patriot Desa Bojongkasih untuk memenuhi permintaan pasar membuka program kemitraan untuk budidaya lebah trigona. Program ini diharapkan muncul penggerak lokal-penggerak lokal baik dikalangan orang tua maupun pemuda desa yang mau terjun budidaya lebah Madu Trigona sebagai usaha yang menjanjikan. (kim)