Optimalkan DBHCHT, Pemkab Cianjur Terima Sosialisasi Undang-undang Cukai

Puluhan peserta dari beberapa unsur terkait mengikuti sosialisasi peraturan Perundang – Undangan bidang cukai. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Cianjur melaksanaan sosialisasi peraturan Perundang – Undangan bidang cukai di Hotel Sangga Buana, Pacet Cianjur, Kamis (5/8/2021)

Acara tersebut diikuti oleh unsur Forkopimcam di delapan kecamatan secara virtual, namun dihadiri secara langsung oleh para pelaku usaha, karang taruna, Kepala UPTD Pasar, dan unsur lainnya.

Bupati Cianjur Herman Suherman melalui Kabag Hukum Setda Kabupaten Cianjur Mucsin Sidiq Elfatah, menyampaikan bahwa sosialisasi perundangan-undangan cukai yang melibatkan keterwakilan dari karangtaruna, kelompok tani, perusahaan tembakau dan perwakilan pedagang rokok ini merupakan adanya dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

“Kami harapkan dengan sosialisasi ini akan meningkatkan tarap kehidupan masyarakat, khususnya petani tembakau, yang selaras dengan pencapaian visi dan misi Kabupaten Cianjur menuju Cianjur mandiri, maju, religius dan berakhlak mulia,” tuturnya, Kamis (5/8).

Tak hanya itu, Bupati Cianjur juga mengajak kepada semua pihak untuk menyamakan persepsi bersama, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cianjur melalui program peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

“Ini merupakan upaya kita bersama dalam meningkatkan dan melakukan kerjasama serta kemitraan. Maka insya Allah ini akan tercipta win win solution atau simbiosis mutualisme,” kata Herman.

Sementara itu, Kasubag Dokumentasi dan Penyuluhan Hukum Setda Kabupaten Cianjur, Sari Sri Haryati bahwa tujuan sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman dan informasi kepada masyarakat tentang cukai tembakau serta tata cara mengidentifikasinya.

“Jadi sosialisasi ini diikuti oleh 50 peserta yang terbagi menjadi dua metode yakni virtual dan tatap muka langsung,” kata dia.

Adapun delapan kecamatan yang dipilih sebagai fokus sasaran sosialisasi saat ini merupakan kecamatan yang memiliki lahan pertanian tembakau dan kecamatan yang terdapat industri hasil tembakau.

“Ini Mudah-mudahan bisa menjadi motivasi serta semangat bersama khususnya bagi para petani tembakau yang ada di kabupaten Cianjur,” tandasnya. (dan)