Sehari Tambah 390 Kasus Baru, Jumlah Isolasi dan Meninggal Melejit

Ilustrasi Covid-19

RADARCIANJUR.com – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cianjur terus melonjak. Data sehari sebelumnya jumlah kasus terkonfirmasi sebesar 11.168 orang. Sedangkan data terbaru pada Rabu (4/8) sudah menanjak ke angka11.558 orang. Artinya ada penambahan angka 390 kasus baru.

Pertambahan kasus juga terjadi pada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tengah menjalani isolasi dari sehari sebelumnya sebanyak 1.263 pasien meningkat menjadi 1.284 pasien atau terjadi penambahan pasien sebanyak 21 orang.

Untuk kasus kematian akibat terpapar virus Corona mengalami penambahan sebanyak delapan kasus, dari sebelumnya 277 kasus menjadi 285 kasus kematian.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, lonjakan kasus tersebut terjadi akibat keterlambatan penginputan data pada website covid19.cianjurkab.go.id.
“Mungkin karena keterlambatan input data saja. Sehingga, datanya mengalami lonjakan yang signifikan. Terdapat beberapa petugas yang tengah menjalani isolasi, sehingga input data terlambat. Selain itu di setiap puskesmas belum ada yang fokus pada bagian input data, jadi sedikit terhambat” ujarnya.

Lanjut Yusman, pemerintah menggencarkan 3T atau testing, tracing dan treatmen untuk memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di Kabupaten Cianjur. “Kami juga terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi di masyarakat dengan harapan segera mencapai target herd immunity,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy menambahkan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dapat menekan angka penularan.

Lebih jelas ia memaparkan, untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia sebagian besar disertai penyakit bawaan. “Tingkat kewaspadaan harus tetap dijaga dengan menerapkan prokes ketat karena Corona masih ada. Namun upaya untuk menekan angka penularan, lebih ditingkatkan,” terangnya.

Pihaknya pun terus mengejar target untuk testing di angka 4.900 perhari dan tracing satu konfirmasi 15 dilakukan tracing. Dengan target tersebut ada kenaikan testing, positive rate dan penambahan kasus terkonfirmasi. “Menurut kami sepanjang angka-angka kasus konfirmasi diimbangi dengan jumlah testing yang banyak, itu sebetulnya bagus dalam rangka antisipasi meledak kasus di kemudian hari,” paparnya.

Saat ini, dalam satu minggu lebih dari 4.000 testing yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur. Dibanding sebelumnya meningkat tajam, dari lima persen menjadi 10 persen.

“Meningkatnya testing tentu bisa meningkat kasusnya juga, karena lebih banyak yang diperiksa tapi di sisi lain nilai positive ratenya bisa turun. Kita tidak bisa bermain di satu indikator, tapi indikator lain seperti testing harus naik,” tuturnya.

Jika hanya satu indikator, dikhawatirkan tidak ada testing, sehingga ada konfirmasi yang tidak diketahui. Sehingga hal tersebut bisa menjadi ledakan kasus di kemudian hari. (kim)