Bupati: Jumlah Penduduk 1,8 Juta Jiwa, Tapi Vaksin Hanya 10 Ribu

RADARCIANJUR.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur soroti pasokan vaksin yang diberikan untuk masyarakat.

Jumlah vaksin yang diberikan kepada Pemkab Cianjur dinilai tidak sesuai dengan jumlah penduduk kabupaten Cianjur yang saat ini mencapai angka jutaan jiwa.

“Kita saat ini baru di drop 2.000 vaksin padahal penduduk kita banyak. Masalah ini bukan hanya di cianjur saja, sama halnya dengan daerah lain di Jawa Barat,”kata Bupati Cianjur H. Herman Suherman.

Menurut Herman, dengan pasokan vaksin yang diberikan saat ini tidak efektif untuk mengejar vaksinisasi masyarakat dengan jumlah penduduk Kabupaten cianjur mencapai angka 1.8 juta jiwa.

“Kabupaten Cianjur kan penduduknya berjumlah 1,8 juta tapi didropnya hanya 10.000 terus. Kapan selesainya,”ujarnya.

Selain itu untuk mengejar target vaksinasi pemkab Cianjur berupaya dengan menyarankan beberapa instansi agar meminta vaksin langsung kepada Pemerintah Pusat.

“Tadi kita minta ke dinas pendidikan silahkan minta langsung ke pemerintah pusat untuk vaksin Siswa siswi SMA dan SMK, lalu untuk Kemenag juga silahkan minta untuk vaksin santri-santri di pesantren-pesantren, biar kami jadi vaksinatornya,”terangnya.

Herman berujar, upaya instansi dengan meminta langsung stok vaksin kepada Pemerintah Pusat telah dicontohkan oleh kepolisian dan TNI saat ini.

“Seperti TNI Polri sudah seperti itu sehingga Kalau hanya mengandalkan dari pemerintah Kabupaten/kota dan Provinsi kan lama,”terangnya.

Herman menambahkan, upaya vaksinisasi tengah gencar dilakukan Pemkab Cianjur dengan sistem jemput bola.

“Alhmdulillah besok (hari ini, Senin 09/07/2021:red) kita akan meluncurkan bis 3/4 untuk mobile ke tingkat desa-desa, sehingga ini informasi kepada kades dan camat untuk vaksinisasi cepat silahkan daftarkan ke asisten satu. Nanti mobil kita yang akan keliling,”pungkasnya (byu).